Rupiah Diperkirakan Melemah, Dolar Menguat
Rabu, 01 Agustus 2007 | 07:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai tukar rupiah di bursa perdagangan hari ini diperkirakan melemah. Analis Currency Management Group, Farial Anwar mengatakan, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan sudah turun dari 9.400 ke 9.300, namun rupiah berada di angka Rp 9.220 per dolar. "Rupiah masih anomali," kata Farial ketika dihubungi Rabu (1/8)
Fahrial menjelaskan, semua mata uang lain menguat terhadap mata uang dolar. Namun nilai tukar rupiah cenderung menjauh dari Rp 9.000 per US$ akibat pasar kehilangan kepercayaan rupiah dapat menguat. Apalagi, katanya, pernyataan bank sentral tak menunjukkan dukungan penguatan rupiah.
Menurut Fahrial, mata uang dolar justru menguat akibat langkah korporasi di akhir bulan. Ini juga dipicu harga minyak yang naik sehingga pasar melihat kebutuhan dolar Pertamina meningkat.
Farial memperkirakan rupiah bertahan di Rp 9.250 per dolar. Namun pemerintah disarankan tak membiarkan rupiah menembus Rp 9.300 kerana bisa menyebabkan kepanikan pasar. "Pemerintah harus diingatkan agar rupiah (terhadap dolar) jangan naik ke Rp 9.200-an," ujarnya.
Nieke Indrietta





