Indeks Saham Diprediksi Naik Tipis

Kamis, 02 Agustus 2007 | 09:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengaruh pasar regional diperkirakan bakal terus membayangi aksi jual-beli di lantai Bursa Efek Jakarta hari ini. Meski melihat adanya potensi penguatan.

Analis Yulie Securindo Hendra Bujang menilai, shock pada perdagangan global kemarin masih menjadi perhatian utama pelaku pasar.

"Pasar akan melihat pengaruh penguatan indeks Dow Jones terhadap bursa-bursa regional seperti perdagangan Nikkei hari ini," kata Hendra ketika dihubungi Tempo, Kamis (2/8).

Hendra menilai, tren menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga ke level 2.300, pelaku masih terbuka. Meski demikian, perdagangan hari ini akan dibuka dengan aksi jual-beli jangka pendek. "Pasar masih berhati-hati," ujarnya.

Apalagi, selama ini, bulan Agustus adalah masa-masa rawan pada pola perdagangan saham Indonesia. Pada bulan ini indeks cenderung turun. Faktor-faktor eksternal seperti suku bunga Amerika Serikat atau The Fed's fund rate dan harga minyak dunia yang cenderung meningkat bakal dikeluarkan.

Tapi, dia yakin, "Bursa akan kembali naik pada September hingga akhir tahun ini."

Mengantisipasi hal itu, Hendra menyarankan pelaku pasar melakukan selective buying dengan fokus pembelian saham-saham second liner. Saham-saham ini lebih tahan terhadap fluktuasi perdagangan regional.

"Sedangkan bluechips akan lebih rentan. Peningkatan pada saham ini akan bersifat temporer," ungkapnya.

Sebelumnya, pada perdagangan IHSG kemarin turun 92,365 poin (3,93 persen) ke level 2.256,309. Pasar dikejutkan dengan rontoknya bursa saham global, terutama dimotori bursa Amerika Serikat The Dow Jones yang merosot hingga 146,32 poin (1,1 persen) ke level 13.211. Dampaknya, selain Indonesia, seluruh bursa regional dari Nikkei (Tokyo) hingga Australia ikut anjlok.

AGOENG WIJAYA






Komentar Anda

Kirim