Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Harga Gas Naik, Saham PGN Diburu
Senin, 06 Agustus 2007 | 00:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepastian PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menaikkan harga gas untuk industri menjadi US$ 5,485 per juta kaki kubik (MMBtu), naik 9,7 persen dari tarif sebelumnya mulai 1 Agustus lalu telah memberi sentimen positif pergerakan sahamnya di Bursa Efek Jakarta.

Sepanjang sepekan kemarin investor memburu saham perusahaan yang berkode PGAS ini. Alhasil, dalam sepekan harga sahamnya sudah melesat 12,78 persen dari Rp 9.000 menjadi Rp 10.150 per saham. Bahkan saat indeks saham Jakarta rontok 3,93 persen pada 1 Agustus lalu, saham PGN justru naik 0,54 persen ke level Rp 9.300 per saham.

Menurut kalangan analis saham PGN termasuk saham yang kategori tahan banting di tengah anjloknya bursa saham dunia akibat kekhawatiran pasar akan masalah kredit perumahan di Amerika Serikat (subprime mortgage) yang masih akan berlanjut. Bahkan, sebagian besar analis justru masih merekomendasikan beli pada saham perusahaan negara yang bergerak dalam bidang distribusi gas ini.

Analis pasar saham Rafdi Prima mengatakan, investor memburu saham PGN karena sudah adanya kejelasan kenaikan harga gas yang hampir 10 persen. Selain itu, kejelasan penyelesaian proyek jaringan pipanisasi gas Sumatera Selatan-Jawa Barat (SSWJ) pada September 2007 nanti akan meningkatkan pendapatan perusahaan. “Sentimen positif individual ini membuat saham PGN masih layak dikoleksi,” katanya.

Dengan rampungnya jaringan proyeksi pipanisasi SSWJ ini, Rafdi menambahkan, PGN dapat meningkatkan volume penyaluran gas ke pelanggan. Bahkan PGN sendiri memperkirakan volume penyaluran gas dapat ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai target 588 mmscfd pada Desember 2007 mendatang. “Berarti prospek kinerja keuangan PGN ke bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Melambungnya harga minyak mentah dunia, menurut Rafdi, membuat banyak perusahaan mencari energi alternatif. Salah satunya melakukan teken kontrak jual-beli gas alam cair dengan perusahaan. “Permintaan gas akan terus meningkat meski harga gas naik.”

Untuk itu, Rafdi masih merekomendasikan beli pada saham PGAS karena jangka panjang harga bisa melonjak ke Rp 11.800 per saham. Hal senada juga diungkapkan Kepala Riset Samuel Sekuritas Cristine Salim yang optimistis potensi kenaikan harga saham PGN jangka panjang bisa mencapai Rp 12.500 per saham. “Berarti masih ada potensi kenaikan sebesar 23,15 persen lagi dari harga saat ini,” katanya.

MUCHTAR WIJAYA

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Cuci Uang di Balik Spekulasi | 14 Maret 2005
Jantung yang Tertinggal | 28 Pebruari 2005
Teruk Tersodok Piutang Seret | 14 Pebruari 2005
Mengincar Demam Januari  | 15 Desember 1998
Busang, Kroni Soeharto, dan Skandal Abad Ini  | 01 Desember 1998
Aksi Borong, Siapa Sokong?  | 01 Desember 1998
Bisnis Sepekan | 03 Januari 2005
Trik Menikmati Roller Coaster Bursa  | 10 November 1998
Belanja Bank di Tengah Krisis  | 31 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Prasidha Catat Kerugian
Bukopin Beli Aset Kredit Bank Persyarikatan
Laba Bersih Kimia Farma Naik
Obligasi Danareksa Tawarkan Bunga 10,375-10,875 persen
Harga IPO Bank Capital Rp 200-225
Laba Bersih Bumi Resources Naik
Pasar Turi Terbakar, Ramayana Rugi Rp 8,5 Miliar
Arwana Cetak Laba Bersih Rp 21,2 Miliar
Obligasi Syariah Tumbuh Hingga 21 Produk
Bapepam-LK Lakukan Public Hearing Kriteria Efek Syariah
> selengkapnya...

Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104966 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data