Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 8,25 Persen

Selasa, 07 Agustus 2007 | 20:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia memutuskan tetap menahan suku bunga acuan (BI rate) pada kisaran 8,25 persen. Keputusan tersebut diambil dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar kemarin.

Bank sentral juga mempertimbangkan hasil evaluasi terhadap target inflasi tahun ini dan tahun depan. Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Humas Bank Indonesia Budi Mulya mengatakan, Bank Indonesi ajuga mempertimbangkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai masih kondusif. "Hingga Juni 2007, ekspansi dan stabilitasi ekonomi makro dan sistem keuangan masih terjaga," katanya di Jakarta kemarin.

Pada triwulan kedua, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,12 persen, naik dibandingkan triwulan satu 5,97 persen. Triwulan ketiga, ekonomi diperkirakan akan tumbuh hingga 6,2 persen.

Dia juga mengatakan, peluang turunnya BI rate masih terbuka lebar, sebab target inflasi tahunan diindikasikan bakal tercapai. Ini akan membuka peluang bagi perbankan untuk meningkatkan fungsi intermediasi. Bank dapat menurunkan tingkat suku bunganya lebih signifikan. "Permintaan kredit diharapkan akan meningkat, dan fungsi intermediasi perbankan bisa berjalan," kata Budi.

Keputusan bank sentral untuk menahan BI rate, menurut ekonom senior PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Ryan Kiryanto adalah langkah tepat. "Ini sesuai dengan ekspektasi pasar," katanya kemarin.

SURYANI IKA SARI






Komentar Anda

Kirim