|
Wakil Presiden : Harga Jual Saham BNI Tak Kemurahan
Rabu, 08 Agustus 2007 | 14:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai harga jual saham Bank BNI dalam program penawaran saham kedua (secondary public offering) sebesar Rp 2.050 per lembar tidak kemurahan. Harga jual saham bank terbesar ketiga di Indonesia ini berada di kisaran terendah yang ditetapkan sebelumnya Rp 2.050-2.700 per saham.
"Kalau melihat kondisi sat ini, harga tersebut sudah cocok jadi kita lihat perbandingan situasinya saja," kata Kalla seusai mencoblos di TPS 15 Kelurahan Menteng Kecamatan Menteng Jakarta Pusat, Rabu (8/9).
Menurut Kalla, menentukan mahal dan murahnya harga saham BNI harus juga melihat kondisi yang terjadi saat saham tersebut dilepas oleh Pemerintah. Pada saat penentuan harga jual, terjadi gejolak di pasar finansial dunia . "Situasinya memang begitu sehingga penentuan harganya juga di level itu," kata dia.
Jika penjualan dilakukan sebulan sebelumnya, saat kondisi masih masih bagus dan stabil, Katta Kalla pemerintah akan menentukan harga yang lebih pas dan tentunya bukan bereda di kisaran penawaran yang paling rendah. "Ini kan perbandingkan, kalau bulan lalu mungkin harganya lebih baik, kondisi saat ini harganya yang cocok ya di level itu," kata dia.
Dalam penjualan ini pemerintah melepas sekitar 1,974 miliar lembar saham (sekitar 15 persen). Pada saat yang bersamaan, BNI juga menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 1,992 miliar lembar dengan harga penjualan sebesar Rp 2.025.
Anton Aprianto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|