Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Saham Darma Henwa Kelebihan Permintaan 4,32 Kali
Rabu, 08 Agustus 2007 | 15:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Darma Henwa mengalami kelebihan permintaan (oversubscribes) dalam penawaran umum saham perdana (IPO) hingga 432 persen atau 4,32 kali. Harga saham perusahaan batu bara terintegrasi ini dipatok di Rp 335 per saham dan waran Rp 415 per lembar.


Menurut Vice President Investment Banking PT Danatama Makmur, Steffen Wang selaku penjamin emisi, melimpahnya peminat mengakibatkan penutupan book building molor dari waktu yang telah ditentukan. “Komposisi penawarnya, 60 persen asing dan sisanya lokal,? kata Steffen kepada Tempo di Jakarta, Rabu (8/8).

Rencananya, Darma Henwa akan melepas 20-30 persen saham baru ke publik pada kuartal III tahun ini. Melalui penawaran saham perdana tersebut, perseroan menargetkan dapat meraup dana segar sebesar US$ 100 juta (Rp 914 miliar).

Dana hasil penawaran saham perdana tersebut akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja perseroan di konsesi tambang Bengalon, Kalimantan Timur dan Asam-Asam, Kalimantan Selatan.

Saat ini, Darma Henwa juga sedang menggarap tambang batubara konsesi Kaltim Prima Coal di Bengalon, Kalimantan Timur. Proyek yang dimulai pada tahun 2004 tersebut merupakan salah satu kontrak terbesar perseroan dengan nilai kontrak US$ 1,85 miliar (Rp 16,9 triliun)

Dalam kontrak, penggarapan tambang Bengalon akan berakhir seumur tambang tersebut. Tambang ini menghasilkan 5,6 juta ton batubara di 2006 dan ditargetkan dapat memproduksi 9 juta ton di 2008.

Darma Henwa juga telah mendapatkan kontrak dari Arutmin di Asam-Asam, Kalimantan Selatan. Perseroan akan melakukan penambangan batu bara selama 20 tahun, dengan perkiraan batu bara yang dapat dihasilkan sekitar 10,23 juta ton setiap tahunnya.

Tahun lalu, perseroan mencatat pendapatan sebesar US$ 171 juta (sekitar Rp 1,56 triliun) dan aset senilai US$ 257 juta (sekitar Rp 2,34 triliun). Sedangkan pada tahun 2007, perseroan mentargetkan pendapatan akan mencapai US$ 252 juta (sekitar Rp 2,3 triliun) dengan aset sebesar US$ 516 juta (sekitar Rp 4,71 triliun).

Wahyudin Fahmi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Cuci Uang di Balik Spekulasi | 14 Maret 2005
Jantung yang Tertinggal | 28 Pebruari 2005
Teruk Tersodok Piutang Seret | 14 Pebruari 2005
Mengincar Demam Januari  | 15 Desember 1998
Busang, Kroni Soeharto, dan Skandal Abad Ini  | 01 Desember 1998
Aksi Borong, Siapa Sokong?  | 01 Desember 1998
Bisnis Sepekan | 03 Januari 2005
Trik Menikmati Roller Coaster Bursa  | 10 November 1998
Belanja Bank di Tengah Krisis  | 31 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Laba Mitra Adiperkasa Naik
Bursa Regional Kembali Rontok
Harga Gas Naik, Saham PGN Diburu
Prasidha Catat Kerugian
Bukopin Beli Aset Kredit Bank Persyarikatan
Laba Bersih Kimia Farma Naik
Obligasi Danareksa Tawarkan Bunga 10,375-10,875 persen
Harga IPO Bank Capital Rp 200-225
Laba Bersih Bumi Resources Naik
Pasar Turi Terbakar, Ramayana Rugi Rp 8,5 Miliar
> selengkapnya...

Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105165 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data