|
Presiden Puas Terhadap Penjualan Saham BNI
Kamis, 09 Agustus 2007 | 14:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa puas terhadap penjualan saham 15 persen saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) dalam program penawaran kedua (secondary public offering). Dalam program ini pemerintah menetapkan harga jual Rp 2.050 per lembar dan mengantongi dana sekitar Rp 4 triliun. "Presiden mengerti kondisi pasar modal yang sulit seperti sekarang ini," ujar Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofjan Djalil dalam jumpa pers usai bertemu Presiden di kantor presiden, Kamis (9/8).
Sofjan ditemani Direktur Utama BNI Sigit Pramono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Boediono menemui Presiden hari ini untuk melaporkan proses penawaran saham kedua BNI. "Kami melaporkan kondisi pasar yang ada dan menjelaskan kenapa kami menetapkan harga Rp 2050, tidak lebih tinggi dari itu," ujar Sofjan.
Penawaran saham kedua BNI, kata dia, dilakukan saat kondisi pasar relatif buruk, yakni adanya gejolak di pasar finansial Amerika Serikat yang juga berpengaruh pada penurunan saham di seluruh dunia.
Proses penawaran saham kedua, kata Sofjan, berjalan sukses. "Cukup memuaskan. Ada kelebihan pemesanan (oversubscribed)," kata Sofjan.
Dengan dilakukannya penawaran saham kedua, kata Sofjan, profit untuk negara akan digunakan untuk menutup Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara senilai kurang lebih Rp 4 triliun.
Fanny Febiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|