Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekspor Produk Makanan Ditargetkan Mencapai US$ 2,1 Miliar
Kamis, 09 Agustus 2007 | 17:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mentargetkan ekspor produk makanan tahun ini mencapai US$ 2,1 miliar. Angka ini naik dibanding tahun lalu dimana pertumbuhannya mencapai 16 persen yakni US$ 1,9 miliar.

"Walaupun ekspor produk pangan baru 3-4 persen dari ekspor nonmigas, tapi kita harapkan penciptaan lapangan kerja masih besar, karena industri pangan banyak melibatkan UKM," ujar Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai membuka Pameran Pangan Nusa, Kamis (9/8) di Jakarta.

Saat ini 42 juta unit UKM pangan atau sekitar 99 persen dari total UKM nasiomal. Tenaga kerja yang diserap mencapai 79 juta orang atau hampir 99 persen dari total angkatan kerja UKM eksisting.

Dijelaskannya, ekspor produk makanan olahan kita paling banyak ke negara-negara ASEAN karena tidak mengalami masalah rasa pelanggan. " Beberapa produk makanan tertentu seperti bumbu pasta Indofood sudah merambah ke negara di luar ASEAN. Snack, kue, dan minuman kemasan prospektif untuk diekspor," ucapnya.

Menurut Mari, bisnis ekspor produk makanan secara khusus memiliki tingkat persaingan yang tinggi. Diantaranya di bidang
mutu, standar, kemasan, serta promosi.

"Eskportir harus benar-benar memahami standar. Setiap barang yang masuk ke negara kita ada syaratnya, begitu juga ke negara lain," tutur Mari.

Lebih jauh, ia menyatakan, pasar produk makanan saat ini terbesar masih berada di dalam negeri. "Kalau kualitasnya sudah baik, nantinya bisa mencari pasar ekspor," ucapnya.

Ia berharap, Pameran Pangan Nusa ini dapat meningkatkan apresiasi terhadap makanan tradisional. "Ini bagian dari menciptakan pasar di dalam negeri," ucapnya.

RR ARIYANI


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia-Cina Belum Sepaham Penjaminan Crash Program
Radio Erabaru Layangkan Protes ke Pemerintah Cina
Indonesia Pasar Produk Sisa Ekspor Cina
Presiden: Cina Bukan Ancaman Lagi
Kekeringan Terburuk Dalam 50 Tahun Melanda Cina

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105275 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data