Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Janji Kurangi Kesenjangan Kemiskinan
Kamis, 09 Agustus 2007 | 18:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menyatakan pemerintah akan berusaha keras mengurangi kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin. Pernyataan itu disampaikannya menanggapi laporan Bank Pembangunan Asia (ADB) bahwa orang kaya di negara-negara berkembang di Asia semakin kaya, sementara yang miskin tetap sama miskin. "Tugas dari pemerintah harus mengurangi masalah seperti itu," kata Boediono di Jakarta, Kamis (9/8).

Dia mengaku belum membaca laporan terbaru ADB itu. Namun, menurut dia, kemungkinan terjadi kesenjangan ekonomi yang semakin besar di negara-negara yang sedang mengalami proses pertumbuhannnya merupakan hal lumrah. Penyebabnya, kata dia, ada perbedaan kesiapan mengakses kue pembangunan antar penduduk di negara-negara tersebut. "Memang ada kemungkinannya dalam proses pertumbuhan ekonomi lebih tepatnya itu yang menerima bagian dari kue ini adalah mereka yang sudah siap," kata Boediono.

Biasanya, kata dia, mereka yang punya keterampilan, lebih berpendidikan, punya modal, punya tanah, dan sebagainya akan lebih beruntung dari mereka yang tak punya kelebihan sama sekali. Konsekuensinya mereka yang bisa memiliki berbagai akses itu mendapatkan imbalan yang lebih tinggi dari pembangunan ekonomi. "Ini adalah konsekuensi dari proses pertumbuhan ekonomi, hampir di mana pun," kata dia.

Pertumbuhana ekonomi, kata dia, biasanya didorong oleh orang-orang yang sudah siap menjadi penggerak ekonomi. Di Cina dan India hal itu terjadi, yakni orang yang bisa nyantol di sektor teknologi informasi biasanya memiliki pendapatan luar biasa besarnya. Tetapi mereka yang masih subsisten dengan pertanian, di pelosok-pelosok daerah, belum bisa menikmati. Pertumbuhan ekonomi itu terjadi karena ada kenaikan kegiatan, terutama yang baru, yang teknologinya baru, dibutuhkan skill yang baru dan produktiitas yang tinggi.

Pemerintah, kata dia, akan terus berupaya meningkatkan program-programnya untuk mengurangi kesenjangan ekonomi ini. "Ini menjadi tugas pemerintah di mana saja untuk mengurangi gap ini dengan program-programnya."

AGUS SUPRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105283 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data