|
Pembiayaan Proyek Listrik Tak Harus Dari Cina
Jum'at, 10 Agustus 2007 | 02:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah tak mengutamakan pihak tertentu untuk memberikan pembiayan pada proyek listrik 10 ribu megawatt milik PT PLN. Tawaran pendanaan masih terbuka luas untuk pihak manapun.
"Jadi finansialnya bisa di luar Cina. Ini nanti terbuka," kata Kepala Badan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu seusai mengikuti seminar reformasi birokrasi di Hotel Borobudur, Jakarta, kemarin. "Yang penting price, term, risiko dan lainnya yang paling murah."
Ia menjelaskan, dalam dokumen Request for Proposal atau penawaran proposal penyertaan tender dipisahkan proposal teknis pelaksanaan dengan proposal pembiayaan keuangan. Artinya, belum tentu sumber pendanaannya dari Cina, meski pemenang tender dari negeri tirai bambu itu. Sedangkan pada proyek lain proposal teknis dan keuangannya dalam satu paket.
Penjelasan dosen Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menjawab kritik terhadap penjaminan pemerintah atas proyek listrik 10 ribu megawatt. Seperti diberitakan, dalam dokumen tender PLN tak mencantumkan jaminan pemerintah. Tapi, setelah ada penawaran dari kontraktor Cina, baru disebutkan ada jaminan penuh dari pemerintah. (Koran Tempo, 9 Agustus)
Menurut Anggito, pers salah menelan informasi, sama dengan kontraktor Cina yang merasa harus membawa sendiri pembiayaan dan asuransinya. Kontraktor Cina tak paham bahwa Laporan Keuangan PLN memang akan selalu rugi.
Berkali-kali pemerintah menyampaikan PLN adalah perusahaan pemerintah yang menjalankan Public Service Obligation. Itu berarti, jika ada risiko pemerintah yang menjamin 100 persen. Dengan penjaminan penuh dari pemerintah, diharapkan proyek itu memperoleh pendanaan yang baik.
Tapi yang terjadi, kontraktor Cina takut PLN tak bisa membayar pinjaman karena berpatokan pada Laporan Keuangan PLN. Pendana yang digandeng kontraktor Cina pun menawarkan bunga kredit terlalu tinggi dan meminta penjaminan.
Anggito mengungkapkan, proyek listrik 10 ribu megawatt mirip dengan proyek PLN lainnya yang dibiayai pinjaman luar negeri. “Juga mendapat penjaminan penuh pemerintah.”
Agus Supriyanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|