Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Terus Persempit Kesenjangan Ekonomi
Jum'at, 10 Agustus 2007 | 05:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menyatakan pemerintah akan berusaha keras mempersempit kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin.

Pemerintah juga akan terus berupaya meningkatkan program-programnya untuk mempersempit kesenjangan ekonomi tersebut. "Ini menjadi tugas pemerintah di mana saja untuk mengurangi gap dengan program-programnya," katanya di Jakarta kemarin.

Pernyataan itu dia sampaikan menanggapi laporan Bank Pembangunan Asia (ADB) bahwa orang kaya di negara-negara berkembang di Asia semakin kaya, sedangkan yang miskin tetap sama miskin (Koran Tempo, 9 Agustus).

Menurut dia, kemungkinan semakin lebarnya kesenjangan ekonomi di negara-negara yang sedang tumbuh, termasuk Indonesia, lumrah saja. Kesenjangan terjadi disebabkan oleh perbedaan kesiapan penduduk di negara-negara tersebut mengakses kue pembangunan. "Mereka (penduduk) yang sudah siap akan mendapatkan bagian kue yang lebih besar."

Lebih jauh dia menjelaskan, biasanya penduduk yang memiliki keterampilan lebih tinggi, lebih berpendidikan, memiliki modal (uang), menguasai tanah, dan sebagainya akan lebih beruntung dibanding penduduk yang tak memiliki kelebihan sama sekali. Konsekuensinya, penduduk yang bisa memiliki berbagai akses itu mendapatkan imbalan yang lebih tinggi dari pembangunan ekonomi. "Ini adalah konsekuensi dari proses pertumbuhan ekonomi, hampir di mana pun," kata dia.

Pertumbuhan ekonomi, dia melanjutkan, biasanya didorong oleh orang-orang yang sudah siap menjadi penggerak ekonomi. Hal ini terjadi di Cina dan India, yakni orang yang memiliki akses ke sektor teknologi-informasi memiliki pendapatan luar biasa besarnya. Tapi penduduk yang masih subsisten dengan pertanian di pelosok-pelosok daerah belum bisa menikmatinya.

Dia tak sependapat dengan pernyataan bawah pemerataan kesejahteraan ekonomi akan tercipta terlebih dulu daripada pertumbuhan ekonomi. "Keduanya harus bersama-sama. Tapi memang awalnya tadi, harus ada kuenya dulu, lalu dibesarkan. Nah, kalau kuenya kecil, diratakan lagi. Itu kan sama saja memeratakan kemiskinan," kata dia.

l agus supriyanto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Paket Kebijakan Ekonomi Diumumkan Pekan Depan
Ekonom : Waspadai Capital Inflow Hingga Akhir Tahun
Presiden Panggil Menteri Ekonomi
Kinerja Ekonomi 2008-2009 Bakal Terganggu
Fokus Ekonomi Pemerintah Hanya Sampai Tahun Depan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105302 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Panwas Protes KPU Jawa Timur
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang
Tersangka Bom Ikan Ditangkap

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data