Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Nilai Harga Divestasi BNI Optimal
Jum'at, 10 Agustus 2007 | 06:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menilai harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI), dalam proses penawaran saham umum kedua (secondary public offering) sebesar Rp 2.050 per saham sudah optimal

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil mengatakan penawaran saham kedua BNI dilakukan saat kondisi pasar relatif buruk karena dipicu penurunan saham di Amerika Serikat yang juga berpengaruh pada penurunan saham di seluruh dunia. “Maka harga yang kami dapatkan adalah seperti yang kami umumkan (Rp 2.050)," ujarnya usai menggelar pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta kemarin.

Dia menjelaskan telah melaporkan ke Presiden tentang kondisi pasar yang ada dan menjelaskan kenapa ditetapkan harga Rp 2.050 dalam pelaksanaan divestasi lanjutan BNI. Menurut Sofyan, Presiden memahami kondisi pasar modal yang sulit seperti ini. “Malah Presiden mengaku puas terhadap proses tersebut,” ujarnya.

Proses penawaran saham kedua, Sofjan melanjutkan, berjalan dengan sukses. Investor yang ingin membeli saham saat masa pengumpulan minat membludak. “Ini cukup memuaskan, dan terjadi kelebihan permintaan (over subscribed)," katanya. Berapa kelebihan itu, Sofjan enggan menjelaskannya. “Baru bisa diketahui Senin depan."

Adapun, Direktur Utama BNI Sigit Pramono yang ikut mendampingi Menteri Sofyan mengatakan harga yang terbentuk dalam penawaran umum saham kedua perseroan harga yang terjadi karena permintaan pasar.

"Tidak ada istilah harga optimal atau tidak. Itu harga yang sudah dibentuk," katanya. Dia juga memastikan penetapan harga tidak berkaitan dengan target pemenuhan dana untuk anggaran negara.

Terkait dengan dengan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham di bursa sejak Rabu (8/8) lalu, menurut Sigit itu adalah bagian dari bagian dari proses melakukan penawaran saham. Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi pemegang saham agar tidak terjadi permainan harga. "Jika terjadi spekulasi dengan mempermainkan harga, semua akan rugi," katanya.

Sebelum suspensi saham BBNI pada transaksi Selasa (7 Agustus) turun 6,59 persen dari Rp 2.275 menjadi Rp 2.125 per saham senilai Rp 5,42 miliar. Bahkan harga sudah terkoreksi 25,44 persen dari penutupan harga tertingginya Rp 2.850 per saham pada 25 Juli lalu.

FANNY FEBIANA/ MUCHTAR WIJAYA




Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Cuci Uang di Balik Spekulasi | 14 Maret 2005
Jantung yang Tertinggal | 28 Pebruari 2005
Teruk Tersodok Piutang Seret | 14 Pebruari 2005
Mengincar Demam Januari  | 15 Desember 1998
Busang, Kroni Soeharto, dan Skandal Abad Ini  | 01 Desember 1998
Aksi Borong, Siapa Sokong?  | 01 Desember 1998
Bisnis Sepekan | 03 Januari 2005
Trik Menikmati Roller Coaster Bursa  | 10 November 1998
Belanja Bank di Tengah Krisis  | 31 Mei 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bursa Asia Masih Naik
Merger BEJ-BES Masih Terganjal
Kimia Farma Jajaki Kembangkan Produk Bioteknologi
Indeks Berpeluang Terus Naik
Penguatan Rupiah Terbatas
Bursa Regional Naik
Laba Mitra Adiperkasa Naik
Saham Darma Henwa Kelebihan Permintaan 4,32 Kali
Bursa Regional Kembali Rontok
Harga Gas Naik, Saham PGN Diburu
> selengkapnya...

Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105303 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

BLT Bojonegoro Dicairkan Besok
Pasangan Karsa Unggul di Jombang
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki
Dada Janji Bangun Stadion Persib

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data