Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Konsep Grameen Bank Bisa Berantas Korupsi
Jum'at, 10 Agustus 2007 | 08:26 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung:Muhammad Yunus, penerima penghargaan perdamaian Nobel 2006, mengatakan konsep Grameen Bank bisa digunakan untuk memberantas korupsi.

"Secara tidak langsung, ya (bisa digunakan melawan korupsi)," katanya di Bandung dalam kuliah umum bertema "Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah untuk Penanggulangan Kemiskinan" di Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu lalu.

Menurut dia, banyak orang yang kehilangan semangat memerangi korupsi dalam negara yang korup. Dia mencontohkan negeri asalnya, Bangladesh, yang merupakan negara terkorup di dunia versi Transparency International. Dari serangkaian diskusi pemberantasan korupsi, banyak orang di Bangladesh yang sudah menyerah sejak awal.

Namun, kata pemegang gelar 27 doktor kehormatan ini, setelah mengelola Grameen Bank selama 31 tahun, ternyata hanya sekitar satu persen orang Bangladesh yang korup, yakni para politikus dan pegawai pemerintah. "Sebagian besar masyarakat Bangladesh orang jujur. Sembilan puluh sembilan persen pekerja keras untuk mengubah nasibnya," katanya.

Yunus adalah pendekar pengentas masyarakat dari kemiskinan dunia. Lewat Grameen Bank, lembaga keuangan paling revolusioner dalam sejarah perbankan dunia, pria kelahiran Chittagong, Bangladesh, ini memberikan kredit ringan kepada orang miskin, termasuk pengemis di Bangladesh, tanpa jaminan sama sekali. Gagasan dan pola penyaluran kredit Grameen Bank memberikan inspirasi bagi banyak orang dan lembaga yang tengah berjuang memerangi kemiskinan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dia menjelaskan Grameen Bank menabrak sistem dan prinsip bank konvensional, yakni semakin kaya seseorang, pemberian kredit akan semakin besar. Tapi Grameen Bank justru memberikan kredit kepada orang miskin, yang sebagian besar tidak berpenghasilan tetap.

Pembayaran pinjaman dilakukan secara kolektif oleh seseorang yang ditunjuk Grameen Bank. Uang yang terkumpul dari nasabah dibawa oleh pengumpul (collector) ke kantor perwakilan Grameen Bank. "Tak bisa dicari kalau dia melarikan uang itu," katanya. Tapi faktanya, kasus pelarian dana milik nasabah dan bank tidak pernah terjadi.

Grameen Bank merupakan bank skala nasional dengan perputaran uang tunai sampai jutaan dolar setiap hari. "Faktanya, tidak ada korupsi," katanya. Keberadaan institusi seperti Grameen Bank yang dijalankan tanpa korupsi membentuk harapan bagi masyarakat. "Jika satu institusi bisa dibangun bebas korupsi dan dijalankan tanpa korupsi, kita bisa membuat institusi lainnya bebas korupsi," kata Yunus.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Rabu lalu menyatakan konsep penyaluran kredit Grameen Bank mirip kredit candak kulak di Indonesia. "Sudah ada sejak dulu meski akhirnya candak kulak berhenti," katanya.

Indonesia, kata Kalla, mampu menerapkan konsep Yunus tersebut. Namun, dengan karakteristik masyarakat dan tingkat kemiskinan di Indonesia yang lebih rendah dibanding Bangladesh, konsep Grameen Bank membutuhkan upaya keras dan pencapaian yang relatif lebih lama. "Jangan lupa, Indonesia dan Bangladesh itu berbeda," ujarnya.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono mengaku respek terhadap gagasan Yunus. Pelajaran yang bisa ditarik antara lain strategi Grameen Bank memberikan kredit kepada ibu rumah tangga sebagai pengelola ekonomi keluarga. "Saya kira Bank Rakyat Indonesia juga punya (produk sejenis)," katanya di Jakarta kemarin.

Menurut Boediono, harus ada pelayanan yang lebih luas bagi keluarga miskin, tidak hanya kredit atau simpanan, tapi juga asuransi. Pemerintah akan berupaya memperkuat landasan hukum bagi bank untuk memberikan kredit.

l ahmad fikri | rana akbari fitriawan | anton aprianto | agus supriyanto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketua DPRD Tebo Diperiksa
Kejaksaan Agung Tahan Kepala Proyek di LAPAN
Mantan Gubernur Kalimantan Selatan Dituntut Siang Ini
Sidang Tuntutan Mantan Gubernur Kalimantan Selatan Ditunda
Rokhmin Divonis Tujuh Tahun Penjara
Kejaksaan Negeri Balikpapan Bidik Pejabat Migas
Kejaksaan Sita Aset Asabri
KPK Tahan Mantan Walikota Makasar
Hakim Tunda Sidang Kasus MI-17
Penahanan Tiga Tersangka Korupsi di Jember Diperpanjang
> selengkapnya...

Referensi

Siapa Menyusul Rokhmin
Enaknya Bermain Monopoli
Singapura Bukan Surga Lagi

Website

Kepolisian Negara RI (Polri)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105306 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Omset Bisnis Esek-esek di Internet US$ 3 Juta Per Detik
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa
Pemakaman di Hari Kelahiran

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data