Rupiah Diprediksi Terus Melemah

Senin, 13 Agustus 2007 | 09:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Nilai tukar rupiah diprediksi terus melemah jika bank sentral tak mengintervensi pasar uang. "Jika rupiah sampai menembus level psikologis di Rp 9.400 per dolar Amerika, dan Bank Indonesia belum intervensi, sangat sulit rupiah bangkit lagi," kata analis pasar uang Farial Anwar, Senin (13/8), di Jakarta.

Menyusul efek domino dari bursa Eropa yang jatuh, nilai tukar mata uang di Asia ikut anjlok. Pekan lalu, IHSG tercatat anjlok 1,51 persen ke 2.207,4 dan Rupiah melemah 25 poin dari 9.315 ke 9.340 per dolar Amerika (Koran Tempo, 13 Agustus).

Senin ini, menurut dia, menjadi indikator para pelaku pasar--terutama bagaimana melihat sikap Bank Indonesia. "Kalau ada intervensi yang cukup hingga menguatkan rupiah hingga Rp 9.200 per dolar Amerika, itu sudah sangat bagus," katanya.

Pelemahan nilai tukar rupiah ini, menurut Farial, sebetulnya bisa diantisipasi sejak dua pekan lalu, yakni di awal krisis kredit perumahan (subprime mortgage) Amerika Serikat. "Tapi sayang, Bank Indonesia tetap adem-ayem saja melihat itu," katanya.
RR ARIYANI






Komentar Anda

Kirim