Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Investor Lokal Dominasi Penjualan Saham BNI
Senin, 13 Agustus 2007 | 12:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:-Mayoritas saham PT Bank Negara Indonesia Tbk, yang dijual lewat secondary public offering jatuh ke tangan investor lokal.

Senior Country Officer President Director JP Morgan Gita Wirjawan Wirjawan mengatakan, pada saat pemesanan (book building) ternyata minat investor domestik melonjak. "Sekitar 55 persen investor lokal dan asingnya sekitar 45 persen," kata Gita kepada Tempo di sela-sela pencatatan saham BNI di Gedung Bursa Efek Jakarta.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan A. Djalil menyambut baik hal ini. "Bagus kalau begitu, Alhamdulillah," kata dia.

Menurut Sofyan, pemerintah memang tetap menggelar proses penjualan saham ini meskipun pasar saham sedang terganggu akibat skandal subprime mortgage di Amerika Serikat.

Investor individu, lanjut Sofyan, juga memiliki minat bagus mengkoleksi saham ini. "Sekitar 27 persen itu individual," kata dia.

Direktur Utama Bank Negara Indonesia Sigit Pramono mengatakan, investor individual ini sebagian merupakan nasabah BNI. "Mereka dapat memesan sejak awal-awal," kata dia.

Saat pembukaan di Bursa Efek Jakarta pada 9.30 WIB, saham BNI tercatat sempat turun ke level Rp 1975 per lembar. Namun harganya kembali menguat ke level harga SPO, yaitu Rp 2050.

Gejala ini seiring dengan pelemahan harga saham-saham di BEJ seperti terlihat pada Indeks Harga Saham Gabungan. Saat dibuka IHSG melemah0,24 persen ke level 2202,131.

Budiriza

Dari Arsip Majalah TEMPO
Dua Jalan Perkawinan Indosat  | 15 Desember 1998
Maaf, Tiada Uang dari BUMN  | 03 November 1998
Keruhnya Swastanisai PAM Jaya  | 13 April 1999
Ketika Air Harus Memihak  | 22 September 2003
Kontroversi Sebuah Rancangan | 22 September 2003
Semangat yang Telah Lama Dilakukan | 22 September 2003
Sukhoi dan Penjualan Indosat  | 14 Juli 2003
Indofarma: Setelah Rugi, Buyback  | 29 Juni 2003
Perlukah UU Ketenagalistrikan Diamendemen?  | 02 Pebruari 2004
Sedia Payung Sebelum Jual  | 02 Juni 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Divestasi Jasa Marga dan Wijaya Karya Tetap Sesuai Jadwal
Deputi Privatisasi di Kementerian BUMN Dibekukan
16 BUMN Akan Dijual Tahun Depan
Pemerintah Tanya Kesiapan IPO Krakatau Steel
Privatisasi Wijaya Karya Maksimal 35 Persen
Pelepasan Saham BNI Dipastikan Juni
Program Privatisasi Dinilai Salah Arah
Schiphol Grup Minati Angkasa Pura II
Wijaya Karya Akan Lepas 35 Persen Saham
Investor Incar Privatiasi Perusahaan Negara
> selengkapnya...

Referensi

Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
PP RI No. 56 Tahun 1999 Tentang Penjualan Saham Milik Negara RI Pada PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Kepres RI nomor 122 Tahun 2001 Tentang Tunjangan Tim Kebijakan Privatisasi BUMN
kepres nomor 24 tahun 2001 tentang tim konsultasi BUMN

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105405 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Gusti Randa Batal jadi Calon Walikota Padang
Omset Bisnis Esek-esek di Internet US$ 3 Juta Per Detik
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data