Gejjolak di Pasar Saham dan Keuangan Sampai September

Senin, 13 Agustus 2007 | 12:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gejolak pasar saham akibat kredit seret perumahan di Amerika Serikat akan berlanjut September.

Direktur Utama Bursa Efek Jakarta Erry Firmansyah mengatakan, itu berdasarkan prediksi 20 perusahaan sekuritas dan bank asing. "Pasar memang masih akan bergejolak," katanya saat pencatatan saham BNI untuk secondary public offering di Bursa Efek Jakarta, Senin (13/8)

Berdasarkan perhitungan para analis, kata dia, pasar saham di Tanah Air juga akan terkena dampaknya. Namun, dia optimistis dampak ini bisa diminimalisir. "Sepanjang kurs rupiah terjaga dengan baik, tidak banyak pengaruhnya," kata dia. Secara umum, para analis melihat fundamental ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat sendiri saat ini
masih bagus.

Menteri Negara BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan, pemerintah terus mencermati pergerakan harga saham saat ini. Namun, pemerintah belum berencana untuk mengubah jadwal penjualan saham Wijaya Karya dan Jasa Marga. "Masih sesuai rencana semula," kata dia.

Menurut Sofyan, fluktuasi harga saham di pasar saham merupakan hal yang lumrah dan terjadi sehari-hari. "Pagi ini merah, nanti siang bisa hijau (positif) harganya," kata dia.

Sejauh ini, fundamental ekonomi Indonesia terbilang bagus. "Begitu juga fundamental dari BNI sebagai perusahaan," kata dia.

Budiriza






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: