|
Pemesanan Saham BNI Lewat Institusi Lokal 43 Persen
Senin, 13 Agustus 2007 | 13:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) mencatatkan porsi pemesanan saham pada secondary public offering melalui institusui lokal mencapai 43 persen.
"Sebanyak 27 persen adalah pemesan individual atau ritel," kata Direktur Utama BNI Sigit Pramono, seusai listing perdana kedua di Bursa Efek Jakarta (BE), Senin (13/8).
Sigit menambahkan, porsi pemesanan melalui institusi asing mencapai 29 persen. Tapi, kata dia, jumlah yang dipesan investor asing lebih dari 29 persen karena ada yang memesan lewat institusi dalam negeri.
Dengan demikian, dari total porsi saham BNI yang dilepas ke pasar, investor domestik mendominasi 60 persen, dan sisanaya sebesar 40 persen adalah porsi investor asing.
Dengan tuntasnya divestasi BNI ini, kepemilikan pemerintah berubah menjadi 72,35 persen, dan publik 26,65 persen.
Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil ikut menambahkan bahwa porsi investor ritel pada divestasi BNI cukup besar. Kondisi ini, menurut dia, indikasi pasar yang semakin bagus dan stabil. "Karena yang paling tahu pasar kita, ya orang Indonesia sendiri," tuturnya.
Pada awal perdagangan sesi pertama hari ini, saham BNI sempat terkoreksi hingga 125 poin dan berlanjut hingga 150 poin. "Tapi, jangan khawatir, ini baru sesi (perdagangan) pagi, mudah-mudahan siang membaik," kata
Sofyan.
Wahyudin Fahmi/Aguslia
INDEKS BERITA LAINNYA :
|