Pemerintah dan BI Hanya Mantapkan Kebijakan yang Ada
Senin, 13 Agustus 2007 | 16:20 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah dan Bank Indonesia tak menyiapkan upaya khusus menghadapi gejolak di pasar saham global. “ Kami akan memperkuat saja kebijakan fiskal dan moneter yang sudah ada,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Boediono kepada wartawan seusai pertemuan tertutup bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Dewan Gubernur Bank Indonesia dan Ketua Forum Stabilitas Sektor Keuangan (FSSK) Raden Pardede di Jakarta, Senin (13/8). Pertemuan itu membahas kondisi teranyar gejolak pasar finansial global yang terimbas krisis kredit perumahan (subprime mortgage) di Amerika Serikat.
Dia menjelaskan, pemerintah dan bank sentral telah menerima laporan-laporan aktual mengenai perkembangan pasar finansial global. Berdasarkan laporan itu, gejolak akibat pasar subprime mortgage di negara Abang Sam sekarang memang sudah menjadi masalah global yang dihadapi oleh semua negara di dunia.
Tetapi, kata dia, pengaruhnya bagi Indonesia tak terlalu merisaukan. Tak seperti beberapa negara lainnya, gejolak kurs misalnya, masih dalam kisaran realistis. "Kita berada di posisi yang sangat baik," katanya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan menyimak perkembangan pasar dalam satu minggu ke depan, untuk mengetahui apakah gejolak ini bakal bertahan lama atau sesaat saja dan apakah fundamental bakal berubah banyak atau tidak.
AGUS SUPRIYANTO





