55 Persen Bahan Baku Obat Hewan Diimpor

Senin, 13 Agustus 2007 | 18:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia masih mengimpor 55 persen bahan baku obat hewan dari berbagai negara. Direktur Kesehatan Hewan Departemen Pertanian Musny Suatmodjo mengatakan, setiap tahun Indonesia mengimpor 250.000 metrik ton bahan baku obat hewan dari 19 importir.

Menurut dia, bahan baku obat hewan ini digunakan untuk pembuatan vitamin, multivitamin, vaksin dan disinfektan. Musny tidak menyebutkan berapa nilai impor bahan baku obat hewan tersebut. Dia hanya menyebutkan, negara importir terbesar bahan baku obat hewan adalah Amerika Serikat. "Kami belum bisa tentukan jumlah dan harganya, karena tergantung permintaan," ujarnya, Senin (13/8).

Manager Pemasaram Sanbe Farma Sugeng Prijono mengatakan, jumlah impor bahan baku obat hewan mengikuti jumlah perkembangan populasi hewan di Indonesia. Dia mencontohkan, jumlah perkembang biakan populasi ayam potong per tahun mencapai satu miliar ekor. Jumlah tersebut belum ditambah perkembangbiakan hewan lainnya seperti sapi dan burung.

Menurut Sugeng, pasar kebutuhan obat hewan per tahun mencapai Rp 5 miliar. Sedangkan pabrik vaksin hewan dalam negeri hanya mampu memenuhi 70 persen kebutuhan obat hewan. "Sisanya ditutupi oleh produksi multinasional," ujarnya, Senin (13/8). Sanbe Farma produsen vaksin berharap bisa 100 persen memenuhi kebutuhan obat hewan dalam negeri.

CHETA NILAWATY






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: