|
Asosiasi Tuna Keluhkan Pukat Harimau di Laut Arafura
Rabu, 15 Agustus 2007 | 18:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) mengeluhkan beroperasinya kapal-kapal pukat harimau berbobor 500 GT di perairan Laut Arafura. Menurut Ketua ATLI Kasdi Taman, jumlah kapal-kapal itu mencapai ratusan. "Saya yakin ada yang memberi izin mereka beroperasi di lautan kita," katanya, Rabu (15/8).
Padahal sejak akhir tahun 70-an, kapal-kapal pukat harimau milik nelayan lokal sudah dilarang dan disita. Kapal-kapal itu sendiri diduga adalah kapal milik pengusaha Thailand dilihat dari para awak kapalnya.
Dia mengaku sempat menjadi korban ketika pekan lalu salah-satu kapal miliknya, Bandar Nelayan 38, ditabrak oleh kapal pukat harimau Makahera. Kapal itu mengalami kerusakan tetapi terpaksa dioperasikan untuk menghindari kerugian lebih besar. "Ukuran kapal kami hanya berkisar 100 GT- 150 GT dan dibuat dari kayu sedang kapal mereka dari besi. Tentu saja kami kalah kuat," ujarnya.
ATLI berharap Departemen Perikanan dan Kelautan (DKP) segera mengatasi masalah itu. Selama ini, menurut Sekjen ATLI Dwi Agus Siswaputra, keluhan nelayan seperti diabaikan. Bahkan ada pengakuan, bahwa pemerintah kesulitan untuk menangani masalah itu. Alasannya, kapal-kapal pukat harimau biasanya mengibarkan bendera Indonesia.
ROFIQI HASAN
INDEKS BERITA LAINNYA :
|