Indeks Terpuruk di 1.950, Pasar Dalam Bahaya
Kamis, 16 Agustus 2007 | 07:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksikan kembali terpuruk pada level 1.950. "Ini sudah luar biasa anjloknya, sudah tak bisa ambil keuntungan lagi karena sudah menyentuh di level dasar 2.000," kata analis saham Currency Management Group, Farial Anwar, ketika dihubungi, pagi ini.
Jika memang nantinya indeks menyentuh di bawah level 2.000, ia melanjutkan, akan terjadi guncangan hebat terhadap pasar baik global maupun domestik.
Pelaku pasar bursa saham masih mengalami kepanikan panic selling sehingga membuat indeks Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada perdagangan kemarin anjlok hingga 6,4 persen atau turun 139,555 poin menjadi bertengger di level 2.029,083.
Bursa Saham Tokyo (Nikkei 225), yang menjadi penentu pergerakan bursa saham Asia pun kemarin mengalami penurunan 2,19 persen atau 369 poin. Pada penutupan, indeks berada di level 16.475,6. Penurunan bursa saham Tokyo ini diikuti oleh bursa saham Asia lainnya.
Menurut Farial, saat ini bukan waktu yang tepat untuk berinvestasi jangka panjang. "Kondisi krisis seperti ini hanya cocok bagi para spekulan," ujarnya.
Kondisi pasar domestik belum akan pulih jika krisis di Amerika Serikat belum berakhir. Kepanikan semakin terjadi karena krisis melebar tak hanya disektor properti namun sudah merambat hingga ke sektor pasar modal dan likuiditas global. "Perusahaan sekuritas di Amerika kesulitan memenuhi permintaan dolar yang terus meningkat (rush), sedangkan dolar di Amerika tak tercukupi, terpaksa ambil dari luar negeri termasuk Indonesia," ujarnya. Aguslia Hidayah





