Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kebijakan Pemerintah Bahayakan Keamanan Nasional
Kamis, 16 Agustus 2007 | 20:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebijakan pemerintah memangkas anggaran Departemen pertahanan dan keamanan dinilai membahayakan keamanan nasional.

Anggota komisi Pertahanan DPR dari fraksi Partai Amanat Nasional Djoko Susilo mengatakan pergeseran prioritas anggaran Departemen Pertahanan dari prioritas tiga menjadi tujuh terlalu drastis. "Itu sangat berbahaya. Kalau ada krisis yang membahayakan dan mendadak seperti Ambalat, kita tidak bisa apa-apa," kata Djoko di Gedung DPR, Jakarta.

Pemerintah, kata dia, menggeser alokasi anggaran pertahanan untuk membangun infrastruktur. Salah satunya adalah infrastruktur akibat bencana lumpur Lapindo.

Menurut dia, jika penurunan prioritas tidak terlalu drastis, misalnya dari peringkat 3 ke peringkat 4, DPR akan memahami. "Pemerintah terkesan mengesampingkan persoalan keamanan," ujarnya.

Komisi Pertahanan kata dia, akan memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Juwono Sudarsono untuk menjelaskan pemotongan anggaran. "Kami harapkan informasinya komprehensif," kata Djoko.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah mengusulkan memotong anggaran Departemen Pertahanan 8,9 persen atau sekitar Rp 1,5 triliun dari pagu Rp 32 triliun. Sebagian dana ini akan dipakai sebagai dana penanganan lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur.

Nieke Indrietta

Dari Arsip Majalah TEMPO
Maju Tak Gentar ala Juwono | 11 April 2005
Ramai-ramai Ganti Posisi | 04 April 2005
Juwono Bukan Don Quixote | 28 Maret 2005
Mi-17 Tak Mendarat di Gedung Bundar | 28 Maret 2005
Wiranto : "Semua Dipolitisir ke Saya"  | 24 November 1998
Menanyakan Kredibilitas Wiranto  | 02 Maret 1999
Bom, Terorisme, dan Aturan yang Tumpang Tindih  | 01 Desember 2003
Perpanjangan tanpa Evaluasi | 10 November 2003
Ladang Baru untuk Pungutan Liar  | 08 September 2003
Matori Abdul Djalil  | 01 September 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketua DPR: BIN Bisa Jadi Bahan Ketawaan Masyarakat
Latihan Militer di Indonesia, Singapura Harus Minta Ijin
Menteri Pertahanan Harus Bebas dari Berbagai Kepentingan
Dephan Tak Temukan Indikasi Korupsi MI-2
Presiden Sahkan Dua Undang-Undang Keamanan
DPR-Pemerintah Siap Bahas Aturan Ratifikasi Anti-Rajau Darat
Departemen Pertahanan Limpahkan ke Pusat Polisi Militer
Pemerintah Siapkan Komite Kebijakan Industri Pertahanan
Indonesia Dekati Rusia, AS Tersinggung
Departemen Pertahanan Lobi Rusia
> selengkapnya...

Referensi

Kekuatan TNI AL
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Website

Departemen Pertahanan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105758 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data