Dana Lapindo Tahun Depan Naik Dua Kali Lipat

Kamis, 16 Agustus 2007 | 21:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menaikan anggaran infrastruktur akibat lumpur Lapindo pada Rancangan Anggaran pendapatan belanja Negara (RAPBN) 2008 menjadi Rp1,57 triliun.

Dalam anggaran tahun ini, pemerintah mengusulkan sekitar Rp 900 miliar untuk menanggulangi lumpur. Namun dari hasil rapat bersama Panitia Anggaran disepakati besaran senilai Rp 600 Miliar.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, biaya-biaya sosial kemasyarakatan yang timbul di luar peta area dan biaya-biaya penanganan masalah infrastruktur termasuk infrastruktur untuk penanganan luapan lumpur di sidoarjo akan menjadi beban APBN. Keputusan itu berdasarkan Peraturan presiden Nomor 14 Tahun 2007 tentang badan penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

"Dananya akan masuk ke Departemen Teknis seperti Departemen Pekerjaan Umum dan Perhubungan," kata Sri Mulyani kepada wartawan di kantornya.

Pernyataan yang sama juga disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Sekitar Rp 400 miliar dari dana anggaran 2007 akan digunakan untuk membangun tanggul dan perbaikan jalan arteri.

"Sedangkan tahun depan, sekitar Rp 750 miliar dana untuk alokasi ini akan digunakan untuk perbaikan jalan arteri, pembuatan tanggul serta sarana air minum," kata dia.

Djoko belum bisa berkomentar tentang jumlah dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki infrastruktur akibat Lapindo. Dana itu akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur umumu yang rusak. "Kalau jalan tol, Jasa Marga sudah bersedia menalangi sendiri. Jadi diluar ini," kata dia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Jusman Syafei Jamal mengatakan, untuk memindahkan rel kereta api yang terkena lumpur Lapindo, akan menggunakan dana Rp 200 miliar pada tahun ini. Sedangkan tahun depan, dananya berkisar antara Rp 200-250 miliar. "Dananya untuk itu saja, tidak ada yang lain," kata dia.

Berdasarkan laporan awal penilaian kerusakan dan kerugian akibat semburan lumpur panas Lapindo Jawa Timur oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, diperkirakan jumlah kerugian dan kerusakan langsung akibat lumpur Sidoarjo mencapai Rp 11,02 triliun. Sedangkan jumlah kerugian tidak langsung, yang mencakup potensi kerugian ekonomi diperkirakan besarannya mencapai Rp 16,50 triliun.

ANTON APRIANTO






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: