BPK: Krisis Keuangan Global Harus Jadi Pelajaran

Jum'at, 17 Agustus 2007 | 11:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution mengatakan, fenomena krisis pasar keuangan global yang bersumber dari gagal bayar di pasar kredit bank untuk pengadaan rumah di Amerika Serikat (subprime mortgage) harus jadi pelajaran bagi Indonesia.

Menurut Anwar, krisis itu memberikan petunjuk betapa semakin pentingnya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sektor negara maupun dunia usaha di tanah air.

"Seperti pernah kita alami sendiri pada krisis 1997-1998, transparansi dan akuntabilitas laporan keuangan sektor publik dan dunia usaha merupakan salah satu elemen pokok untuk dapat menghindarkan dampak negatif globalisasi," kata Anwar Nasution saat memberikan pidato Ketua BPK memperingati Hari Utlang Tahun Ke-62 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di halaman kantor pusat BPK, di Jakarta, Jumat (17/8).

Informasi yang tidak akurat, lanjut Anwar, adalah informasi sampah yang tidak ada manfaatnya bagi pengambilan keputusan untuk meniadakan ataupun memperkecil risiko investasi serta menghindarkan terjadinya krisis.

Menurut dia, akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan sektor publik dan dunia usaha masih belum mengalami banyak kemajuan. Penyebabnya, karena lambannya perbaikan sistem hukum dan sistem akuntansi nasional.

AGUS SUPRIYANTO

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: