Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia-Jepang Tandatangani Kemitraan Ekonomi
Senin, 20 Agustus 2007 | 21:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi Indonesia dan Jepang (Indonesia-Jepang Economic Partnership Agreement/EPA). "Ini merupakan suatu perwujudan yang nyata kerja antara kedua negara agar perjanjian kemitraan ekonomi akan meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara," ujar Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam jumpa konferensi pers di Istana negara, Senin (20/8).

Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Abe menjelaskan bahwa Yudhoyono telah menyampaikan tekad untuk mengembangkan atau melaksanakan reformasi ekonomi, perbaikan iklim investasi, dan upaya demokratisasi di indonesia. "Jepang menyatakan akan terus memberikan bantuan untuk upaya tersebut," kata Abe.

Dalam perjanjian ini, kedua negara bekerja sama antara lain dalam perdagangan barang, bea cukai, investasi, dan kebijakan kompetisi. Kedua negara sepakat untuk menghapus tarif bea masuk untuk sektor-sektor strategis. Kedua negara juga sepakat untuk mengambil tindakan pengamanan untuk mencegah kemungkinan dampak negatif terhadap industri domestik.

Sedangkan Yudhoyono mengatakan, pemerintah berharap pengusaha Jepang bakal berinvestasi lebih banyak di Indonesia pasca penandatanganan nota kerja sama ekonomi.
"Diharapkan investasi Jepang akan meningkat dan transaksi perdagangan akan bertambah luas," ujarnya.

Walau begitu, Yudhoyono mengingatkan keberhasilan perekonomian kedua negara tidak cukup bergantung pada keberpihakan pemerintah. "Kalangan pengusaha kedua negara juga harus berpartisipasi," katanya.

Saat ini, kata dia, lebih dari 1.200 perusahaan Jepang yang beroperasi di Indonesia. Dan jumlah tenaga kerja yang diserap sekitar 200 ribu orang. Menurut Yudhoyono, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,3 persen, rating kredit terbaik, ekspor tahun lalu menembus US$ 100 miliar dan laju inflasi terjaga. "Indonesia juga melakukan program penanganan anti korupsi yang paling agresif," katanya.

Menurut Yudhoyono, Jepang adalah adalah partner penting bagi indonesia, terutama dalam kerja sama di bidang ekonomi. Dalam 40 tahun terakhir, yaitu 1967-2007, Jepang merupakan investor terbesar untuk Indonesia. Jepang juga, kata Yudhoyono, merupakan mitra dagang terbesar bagi indonesia. "Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan volume perdagangan adalah 14,4 persen," ujarnya.

Dengan adanya EPA ini, banyak pengusaha yang kuatir barang-barang yang diekspor ke Jepang tidak memenuhi syarat sehingga tidak akan laku di Jepang. Menghadapi kekuatiran pengusaha, Yudhoyono menegaskan bahwa ketika Indonesia dan Jepang membahas perjanjian ini, kedua negara telah mempertimbangkan dan mencari opsi konstruksi yang paling baik untuk mengatasi masalah hambatan non tarif.

Abe pun berpendapat serupa. "Mengenai hambatan non tarif, dalam kerangka EPA sudah sangat terbuka," katanya. Namun, kata dia, diperlukan pemahaman atas kerangka dan sistem masing-masing negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pasokan gas dalam negeri akan tetap menjadi prioritas meskipun Indonesia sepakat untuk meningkatkan ekspor gas ke Jepang. "Terutama prioritaskan untuk domestik negeri dulu, baru nanti kita pikirkan Jepang," ujarnya kemarin.

FANNY FEBIANA | RR ARIYANI | NIEKE INDRIETTA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105956 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data