Indeks Saham Diperkirakan Bakal Melorot

Selasa, 21 Agustus 2007 | 09:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Bursa saham Jakarta hari ini berpotensi terjadi koreksi akibat aksi ambil untung pelaku pasar. Perkembangan isu di Amerika Serikat masih menjadi perhatian serius para investor.

Pengamat pasar modal BNI Securitas Adrian Rusmana memprediksi, lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga menembus level 2000 pada perdagangan kemarin tak akan bertahan lama.

"Lonjakan kemarin kan karena terpengaruh kebijakan bank sentral Amerika Serikat yang memotong suku bunga diskonto. Tapi sekarang di sana ternyata juga pro-kontra. pelaku akan berhati-hati," katanya dihubungi Tempo, Senin (21/8).

Apalagi, dia menambahkan, ketidakpastian likuiditas global akan terus menjadi masalah bagi pasar dalam negeri. "Investor tak tahu apakah dana yang ada akan masuk atau malah kembali keluar," ujarnya.

Selain itu, isu dalam negeri berupa angka inflasi Agustus dan tingkat suku bunga Bank Indonesia bulan September belum juga ada kepastian. Kecenderungan rupiah untuk melemah juga masih cukup besar. "Ini menjadi perhatian para pelaku pasar," tuturnya.

Ke level berapa koreksi bakal terjadi? Adrian enggan memprediksi.

Seperti diberitakan, IHSG awal pekan ini ditutup menguat 132,949 poin (6,97 persen) ke level 2041,584. Indeks LQ 45 naik 29,588 poin (7,51 persen) ke level 423,562. Sedangkan JII naik 25,181 poin (7,88 persen) ke level 344,847.

Penguatan pada Bursa Efek Jakarta itu mengekor membaiknya pasar saham Amerika setelah the Federal Reserve memangkas suku bunga diskonto sebesar 50 basis poin untuk menangani krisis kredit pada sektor perumahan (subprime mortgage).

AGOENG WIJAYA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: