Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pasar Saham Masih Akan Bergejolak
Selasa, 21 Agustus 2007 | 15:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasar saham Indonesia masih akan bergejolak hingga satu bulan ke depan. Sebab, kekhawatiran investor akan dampak subprime mortgage belum dapat dihilangkan meskipun bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memangkas suku bunga pinjaman sebesar 0,5 persen dari 6,25 menjadi 5,75 persen.

Ekonom Bank Mandiri Martin P.H Panggabean mengatakan sentimen negatif dari kredit macet sektor perumahan tersebut masih akan ada. Sebab, kemungkinan munculnya fakta-fakta negatif baru berupa kesulitan aliran dana dari subprime mortgage masih akan ada. Awalnya, lanjut dia, yang muncul adalah fakta BNP Paribas, Kemudian muncul lagi Goldman Sachs. "Sekarang pasar masih menunggu fakta negatif apa lagi yang akan muncul," kata Martin di Plaza Mandiri Jakarta, Selasa (21/8).

Menurut perkiraan Martin, pasar saham Indonesia masih akan terkoreksi dan berfluktuasi di kisaran 2.000-2.100 dengan titik terendah 1.900. Selain itu, perdagangan saham lapis kedua akan mengalami tekanan atau terkoreksi sementara saham-saham unggulan akan bergerak naik karena investor ingin mengurangi kerugian akibat gejolak pasar global yang terjadi saat ini.

Dia menjelaskan bahwa koreksi terhadap saham lapis kedua diakibatkan oleh keinginan investor untuk memperkecil kerugian investasi yang lebih banyak. Pasalnya, harga saham yang dibeli terus menurun dan kesulitan untuk menjual kembali. "Kalau terus ditahan (saham lapis kedua yang dimiliki) kerugian akan makin besar, soalnya pelaku pasar tidak ada yang ingin membeli dan lebih memilih saham unggulan," ujarnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta pada perdagangan sesi pertama ditutup melemah 9,301 poin atau 0,46 persen ke level 2.032,283. Saham-saham unggulan seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 10.300, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 16.150, dan saham PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 2325.

Eko Nopiansyah | Agoeng Wijaya


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106014 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data