Prediksi BI: Rupiah Stabil di Level 9.000 per Dolar

Rabu, 22 Agustus 2007 | 16:28 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:
Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah menuturkan saat ini mata uang regional sedang berfluktuasi untuk memperoleh kesimbangan baru--setelah terguncang oleh kasus kredit macet hipotek di Amerika Serikat. Dalam keseimbagan baru itu, dia memprediksi, rupiah akan berada di level 9.000 per dolar Amerika.

“Itu akan tercapai dalam beberapa minggu ke depan,” ujarnya di Denpasar, Rabu (22/8).

Hingga sore ini rupiah berkisar di level Rp 9.393-9.440 per dolar. Dalam proses pencarian keseimbangan itu, menurut Burhanuddin, sejumlah faktor akan berpengaruh. Dia menyebutkan, salah satunya adalah, prediksi bahwa Fed Fund Rate--tingkat bunga bank sentral Amerika--akan turun hingga 25 basis poin. Faktor berikutnya adalah pemotongan bunga pinjaman bank sentral Amerika, termasuk intervensi pasar di Eropa dan negari Abang Sam sendiri.

“Kami pun telah melakukan intervensi,” tuturnya.

Soal pergerakan sektor riil yang belum terlihat signifikan, Burhannuddin menegaskan, pokok masalahnya bukan pada kondisi ekonomi makro--termasuk kurs rupiah--melainkan pada kondisi di lapangan. Para aktor ekonomi di lapangan, kata dia, belum bisa menyesuaikan diri dengan kondisi desentralisasi dan otonomi. "Kalau dulu kan, gampang, begitu dikomando semua bisa jalan," ucapnya.

Dia menambahkan, banyaknya uang pemerintah daerah tersimpan di bank menunjukkan adanya kegamangan untuk menggunakan uang itu ke dalam proyek-proyek pembangunan. Padahal, kata Burhanuddin, uang yang mencapai Rp 80-90 triliun itu, dari tahun ke tahun terus meningkat. "Jika digunakan bisa mendorong ekonomi daerah," paparnya.

Rofiqi Hasan

TOPIK






Komentar Anda

Kirim