Penghapusan Bea Masuk Dorong Industri Hulu Baja
Kamis, 23 Agustus 2007 | 02:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah optimis kebijakan penghapusan bea masuk baja canai panas (hot rolled coal/HRC) akan mendorong pertumbuhan industri hilir. Dipermudahnya impor baja karena pasokan HRC dalam negeri sangat terbatas. Industri hulu dalam negeri dinilai tak akan tergerus dengan kebijakan ini.
"Sebaliknya. industri hulu dalam negeri akan semakin kompetitif dengan meningkatkan daya saing," ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka, Ansari Bukhari, Rabu (22/8).
Kebijakan penghapusan bea masuk baja canai panas diberlakukan sementara selama enam bulam. Bebas bea masuk hanya untuk baja canai panas ukuran dua milimeter. Baja canai panas ukuran dua millimeter akan diolah menjadi baja canai dingin (cold rolled coal/CRC). PT Krakatau Steel adalah satu-satunya industri hulu yang memproduksi HRC. Sementara itu, industri hulu yang mengolah HRC menjadi CRC adalah Krakatau Steel, PT Essar Dhananjaya, PT Gunung Garuda dan PT Little Giant.
Defisit pasokan HRC dalam negeri mencapai 400 ribu ton per tahun. Setiap tahun kebutuhan industri hampir satu juta ton per tahun. Sedangkan Krakatau Steel hanya menghasilkan sebanyak 600-700 ribu ton per tahun. Salah satu hambatan Krakatau Steel tak berproduksi maksimal akibat terganggunya pasokan gas.
Menurut Ansari, usulan pembebasan bea masuk datang dari PT Essar Dhananjaya. Perusahaan asal India itu mengeluhkan mahalnya HRC yang mesti diimpor. "Setelah pembebasan bea masuk mereka menjanjikan akan meningkatkan kapasitas pengolahan CRC," ujarnya. PT Essar adalah kompetitor utama dari Krakatau Steel dalam menghasilkan CRC. Dengan bebas bea masuk, Essar dapat impor HRC dari induk usahanya di India.
Pemerintah mengharapkan pembebasan baja canai panas mengakibatkan penurunan harga baja canai dingin. "Dengan turunnya baja canai dingin akan mendorong perkembangan industri hilir," ujarnya. Baja canai dingin merupakan bahan utama industri seng dan elektronika.
Ansari memastikan penyerapan HRC dari produk KS tak akan terganggu. Pasalnya, yang boleh mengimpor baja canai panas hanya produsen, bukan perantara. "Selain itu, produsen hanya boleh mengimpor setelah pasokan dalam negeri tak dapat terpenuhi," jelasnya.
YULIAWATI





