Garuda Terbang Lagi ke Amsterdam 2008
Jum'at, 24 Agustus 2007 | 01:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) berencana membuka kembali rute Jakarta-Amsterdam, Belanda, pada 2008 setelah ditutup akhir Oktober 2004. Selama ini penerbangan dari Jakarta ke Amsterdam dilakukan melalui kerja sama dengan Malaysia Airline.
Menurut Direktur Utama Emirsyah Satar mengatakan, selama ini pihaknya tidak menghentikan aktifitas perusahaan di Amsterdam secara keseluruhan. Saat ini, kata dia, masih ada pegawainya yang melayani pemasaran di sana untuk penerbangan domestik Indonesia dengan pesawat Garuda. "Kalau keluar susah lagi masuknya," ujarnya kepad Tempo, Kamis (23/8).
Selain itu, selama ini Garuda masih melayani penerbangan dari Indonesia ke Amsterdam secara tidak langsung, bekerja sama dengan Malaysia Airlines yang melayani penerbangan langsung ke Amsterdam. "Juga ke Paris, London, dan beberapa kota Eropa," kata Emirsyah.
Selain dengan Malaysian Airlines, Garuda juga tercatat menjalin kerja sama operasi dan pemasaran (code share) dengan maskapai negara lain untuk penerbangan internasional. Diantaranya dengan Silk Air, China Airlines, Korean Air, dan Qatar Airways. Untuk penerbangan internasional secara langsung, Garuda memiliki 21 kota tujuan di Asia, Australia, dan Timur Tengah. Sedangkan rute domestik ke 23 kota tujuan.
Terkait dengan larangan terbang (travel ban) ke Eropa bagi pesawat-pesawat Indonesia sejak 6 Juli lalu, Emirsyah menyatakan pelarangan tersebut hanya masalah komunikasi. "Dampaknya lebih ke image," katanya. Tim dari pemerintah dijadwalkan berangkat ke Eropa untuk negosisasi soal larangan terbang itu 29 Agustus nanti. Pihak Garuda termasuk yang akan dilibatkan dalam misi itu.
Selain akan membuka kembali penerbangan ke Amsterdam, Garuda akan meningkatkan jaminan keselamatan penerbangan. Emirsyah mengatakan, saat ini mengikuti program audit yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sipil Internasional (International Air Transport Association/IATA). Program audit yang disebut IOSA (IATA Operational Safety Audit) itu dinilai mencerminkan standar internasional. "Kami terima sertifikatnya September," ujarnya.
Sejak diluncurkan Maret 2003, hingga Mei 2007 lalu program IOSA telah dipenuhi sedikitnya 300 maskapai penerbangan internasional. Saat ini, 153 maskapai yang terdiri dari 125 anggota IATA dan 28 non-IATA telah terdaftar turut program IOSA.
Program IOSA mencermati 700 parameter. Sedangkan audit yang dilakukan Departemen Perhubungan sebagai perbandingan hanya menggunakan 20 parameter. "Sangat komplit dan komprehensif," kata Emirsyah. Hasil audit Departemen Perhubungan yang terbaru pada Juni lalu menempatkan Garuda sebagai maskapai dengan kategori pertama, naik satu tingkat dari pemeringkatan tiga bulan sebelumnya.
HARUN MAHBUB





