Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gubernut BI Akui Dana Daerah Menumpuk di Bank dan SBI
Senin, 27 Agustus 2007 | 13:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubenur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah mengakui dana di daerah yang disimpan di bank dan dibelikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) terus meningkat setiap tahun. Penempatan dana tersebut juga menghambat penyaluran kredit perbankan.

"Dana daerah yang dimiliki propinsi kabupaten dan kota yang berada di bank, bukan hanya di BPD, dari tahun ke tahun terus meningkat," kata Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah, Senin(27/8), usai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan Jakarta.

Akan tetapi, Burhanudin tidak menyebutkan berapa besar dana daerah yang disimpan di bank dan SBI. Presiden Yudhoyono di hadapan anggota Dewan Perwakilan Daerah(DPD) menyatakan hingga awal triwulan kedua tahun ini, total simpanan seluruh pemerintah daerah di bank mencapai Rp 96 triliun. Sedangkan simpanan semua bank pembangunan daerah dalam bentuk SBI mencapai Rp 50 triliun. Kondisi ini dinilai ironis karena besarnya kebutuhan dana pembangunan infrastruktur dan sektor riil.

Menurut dia, pemerintah dan perbankan harus bersinergi agar dana milik pemerintah daerah tidak disimpan di perbankan atau dibelikan Sertifikat Bank Indonesia. "Kedua belah pihak harus ada kesamaan langkah yang harus dilakukan karena dari sisi BI apabila penyaluran pelaksanaan proyek pemerintah ini bisa diakselerasikan atau dipercepat maka kredit perbankan juga makin cepat," kata dia.

SUTARTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106317 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data