|
Departemen Pertanian Rencana Impor Daging Unggas Tanpa Tulang
Selasa, 28 Agustus 2007 | 17:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Pertanian berencana untuk mengimpor daging unggas tanpa tulang (Mechanically Deboned Meat) untuk bahan baku produk daging olahan, seperti sosis dan bakso.
Impor ini terbatas hanya untuk industri peternakan, sesuai Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 61 Tahun 2007 yang dikeluarkan 23 Agustus lalu.
Menurut Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Departemen Pertanian, Turni Rusli Saymsudin, impor dilakukan karena suplai dalam negeri terbatas, sehingga kalau tidak mengimpor, industri daging olahan kekurangan bahan baku dan akibatnya tidak bisa memenuhi permintaan pasar.
"Kalau dibiarkan industri bisa tutup, akibatnya bisa ada pengurangan tenaga kerja lagi," ujarnya di Departemen Pertanian, siang tadi (28/8).
Turni mengatakan, impor daging tanpa tulang ini dilakukan sebatas pada daging ayam. Begitu pula jumlah yang ditetapkan tidak begitu besar. "Hanya untuk menutupi kekurangan dari produksi dalam negeri," ujar Turni. Namun Turni tidak mau menyebutkan berapa jumlahnya.
Ia menambahkan, sebenarnya industri daging olahan dalam negeri sudah bisa memproduksi sendiri tetapi tidak bisa menutupi kebutuhan dalam negeri. "Kekurangannya itu yang akan dipenuhi impor," ujarnya.
Saat ini, Departemen Pertanian masih mengevaluasi negara mana yang akan menjadi importir MDM. Evaluasi dilakukan, apakah daging sudah memenuhi unsur sehat aman dan halal.
Turni menegaskan, calon terkuat negara importir MDM adalah Australia. Saat ini ada satu perusahaan yang sudah mengajukan diri sebagai importir. Perusahaan tersebut tergabung dalam Asosiasi Prosesing Daging Australia.
Cheta Nilawaty
INDEKS BERITA LAINNYA :
|