Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla: PPN Minyak Goreng Dihapus 1 September
Selasa, 28 Agustus 2007 | 22:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pajak pertambahan nilai minyak goreng sebesar 10 persen akan dihapuskan per 1 September. Ini dilakukan untuk meredam melonjaknya harga minyak goreng, khusunya menjelang bulan puasa dan lebaran nanti.

Pemerintah, kata Kalla, juga akan menaikkan pungutan ekspor untuk produk minyak kelapa sawit atau crude palm oil agar ekspor bahan baku minyak goreng ini dapat dikurangi. Kebijakan operasi pasar pun, akan dilakukan untuk melengkapi dua kebijakan fiskal tersebut.

"Saya yakin jika (tiga) instrumen ini dijalankan, harga minyak goreng akan mampu distabilkan," kata Kalla saat melakukan silaturahmi dengan sejumlah pimpinan media massa nasional di rumah dinasnya.

Kalla menambahkan, program pengamanan pasokan dalam negeri (domestic market obligation) juga akan diterapkan. Pemerintah saat ini tengah mengkaji mengenai aturan teknis kebijakannya. "Jadi disamping insentif fiskal, pemerintah juga akan menerapkan program ini supaya ke depannya tidak ada lagi fluktuasi harga minyak goreng," katanya.

Minyak goreng ini, lanjut Kalla, merupakan satu dari empat kebutuhan bahan pokok yang sudah diberi komitmen oleh pemerintah untuk diamankan. Namun, menurut Wakil Presiden, minyak goreng berbeda dengan komoditas lainnya yang diamankan yakni beras, minyak tanah dan gas, serta gula. Perbedaannya, persediaan minyak goreng di dalam negeri banyak tetapi kebutuhan riilnya kurang. "Sedangkan tiga bahan pokok lainnya, kebutuhan di dalam negeri terbatas sehingga untuk menstabilitalkannya menggunakan instrumen impor," katanya.

BHM/Anton Aprianto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106463 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data