Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pesawat Adam Air dan Garuda Nyaris Benturan
Selasa, 28 Agustus 2007 | 22:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pesawat milik maskapai Adam Air dengan nomor KI 237 jurusan Pangkal Pinang – Jakarta nyaris berbenturan dengan pesawat Garuda Indonesia GA 156, Minggu (26/8) pukul 16.30. “Di langit sekitar utara Jakarta,” kata Direktur Komunikasi Adam Air Danke Drajat, ketika dihubungi Selasa (28/8) malam.

Insiden itu bermula ketika pesawat Adam Air sedang bersiap mendarat di Bandara Soekarno-Hata, Jakarta. Danke menerangkan, di ketinggian 20 ribu kaki, pesawat Adam Air diperintahkan petugas menara pengatur lalu-lintas udara untuk turun di ketinggian 8 ribu kaki.

Sampai ketinggian 16 ribu kaki, instruksi dikoreksi agar turun di 10 ribu kaki, karena ada pesawat Garuda yang diinstruksikan mengambil posisi 9 ribu kaki setelah lepas landas.

Mencapai ketinggian 12 ribu kaki, lanjut Danke, alat Traffic Alert & Collision Avoidance System (TCAS) di pesawat Adam Air memberi petunjuk bahwa ada pesawat lain berjarak 2 ribu kaki di bawahnya. Pesawat tetap turun, dan di ketinggian 11,5 ribu kaki, TCAS memberikan perintah agar pesawat dinaikkan. “Climb, climb,climb,” Danke menirukan. Saat itulah pesawat Garuda melintas di bawah.

Kejadian itu kemudian dilaporkan oleh Capten Yudianto, pilot bersangkutan, ke Direktorat Kelaikan dan Serifikasi Udara serta ke Komite Nasional dan Keselamatan Transportasi (KNKT). Kata Danke, tindakan melapor itu mengikuti ketentuan regulasi keselamatan penerbangan sipil (Civil Aviation safety Regulation). Kronologi kejadian yang diceritakan, menurut Danke, sesuai dengan laporan.

Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengaku belum mencermati kejadian itu. “Ada laporan dari pilot Adam Air, bahwa di ketinggian sekitar 11 ribu melihat pesawat lain,” katanya. “Tapi belum tahu apakah itu yang dimaksud.”

Menurut Tatang, jika kejadian nyaris tabrakan itu terjadi, ada banyak kemungkinan penyebabnya. Bisa jadi antara lain kesalahan petugas Air Traffic Control atau mungkin karena pengaruh angin. “Kalau benar terjadi, spektakuler. Ini masih simpang siur,” ujarnya.

Dari pihak PT Angkasa Pura II yang membawahi bandar udara lokasi insiden, belum ada keterangan rinci. “Sedang diinvestigasi dan akan kami laporkan ke Departemen Perhubungan,” kata Direktur Utama Angkasa Pura II Eddy Haryoto melalui pesan pendek.

Adapun Direktur Operasi Garuda Indonesia Ari Sapari mengaku belum menerima laporan insiden tersebut. Dia menyayangkan publikasi kejadian itu, yang dinilai tergesa-gesa.

“Insiden ini istilahnya airmiss, ada prosedurnya. Bikin laporan lanjut penyelidikan,” ia mengeluh. “Kalau belum-belum diumumkan, sama saja merusak penerbangan nasional.” Harun Mahbub


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Batavia Air Pesan Pesawat Baru
Kapal Pencari Adam Air Sandar di Makassar
Pesawat Lion Air Gagal Mengudara di Kupang
Lagi, Maskapai Rusia Beli Jet Amerika
Boeing Segera Terbangkan 787 "Dreamliner"
Lion Air Mendarat Darurat
17 Maskapai Asia Pasifik Gelar Konferensi Material di Bali
Citylink Terlambat 16 Jam Karena Kerusakan Sistem Hidrolik
Hampir Masuk Langit Srilanka, Garuda Kembali ke Jakarta
Kopilot Garuda Sempat Meminta Pilot Berputar
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106464 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Omset Bisnis Esek-esek di Internet US$ 3 Juta Per Detik
Listrik Byar-Pet Alat Penyimpanan Darah Gampang Rusak
Angkutan Berat Di Jawa Barat akan Ditertibkan
Ketokohan Soekarwo dan Gus Ipul, Pemicu Kemenangan Kar-Sa
Pemakaman di Hari Kelahiran

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data