Konversi Minyak Tanah ke Elpiji Jalan Terus

Selasa, 28 Agustus 2007 | 22:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, program minyak tanah ke elpiji akan terus dijalankan. Pasalnya, keuntungan jangka panjang program ini sangat signifikan, terutama untuk perbaikan kesejahteraan rakyat.

"Yang protes itu pasti yang dirugikan oleh program ini, ya pihak pengoplos minyak tanah. Jadi mereka itu yang protes," kata Kalla saat melakukan silaturahmi dengan sejumlah pimpinan media nasional di rumah dinasnya malam ini.

Kekurangan yang dihadapi pada awal program konversi, menurut Kalla, adalah dinamika sementara. "Kami tetap terima kritik, soal distribusi minyak tanah akan terus diperbaiki," ujarnya.

Secara ekonomi, lanjut Kalla, keuntungan program ini cukup signifikan. Dengan investasi Rp 15 triliun, program ini akan menghasilkan keuntungan Rp 20-30 triliun per tahun dari pengurangan beban subsidi minyak tanah yang berhasil dihemat.

Program konversi ini, menurut Wakil Presiden, sudah dikonsep dan dipersiapkan secara matang sejak Juli tahun lalu. "Dan dari hasil penelitian dengan Universitas Trisakti, kesimpulannya program ini layak dilanjutkan," ujarnya.

Indonesia, kata Kalla, sudah salah sejak awal ketika menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk 15 juta rumah tangga di Indonesia. "Yang pakai elpiji orang kaya, masak orang miskin masaknya lebih mahal dibanding orang kaya," ujarnya.

Menurut Wakil Presiden, masyarakat yang anti-minyak tanah karena adanya kelangkaan, jumlahnya relatif kecil.Dari 5.000 pangkalan minyak tanah di Jakarta misalnya, hanya 202 pangkalan yang bermasalah. "Jadi tidak ada kendala sebenarnya, hanya 4 persen pangkalan yang kekurangan minyak tanah di Jakarta," kata Kalla.

BHM/Anton Aprianto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: