|
Indeks Bakal Tertekan Berat Hari Ini
Rabu, 29 Agustus 2007 | 09:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta bakal mengalami tekanan cukup berat pada Rabu (29/8). Analis Sinarmas Sekuritas Alfiansyah mengatakan, tekanan itu dipengaruhi faktor eksternal di pasar indeks regional karena dampak krisis kredit hipotik subprime mortgage yang masih berlanjut.
"Tekanannya cukup kuat dan akan sangat berpengaruh hari ini," kata Aalfiansyah kepada Tempo melalui telepon di Jakarta, Rabu (29/8). Pembukaan di hampir semua pasar indeks regional menukik tajam. Misalnya, Dow Jones melemah 300 poin, Nikkei tertekan 400 poin, dan Kaspi turun 32 poin.
Pasar, kata dia, menunggu-nunggu kebijakan bank sentral Amerika Serikat segera menurunkan tingkat suku bunga Fed Rate untuk mengurangi dampak Subprime Mortgage di sana. Namun, Alfiansyah menilai, bank Sentral Amerika Serikat bakalan pusing mengeluarkan kebijakan itu karena di saat bersamaan bank Sentral Cina justru menaikkan suku bunganya dan bayang-bayang inflasi jika suku bunga diturunkan.
Kenaikan suku bunga di Cina itu, kata dia, bakal mengancam larinya cadangan Treasury Bills Amerika Serikat yang berasal dari Cina. "Kebijakan Cina ini bertolak belakang dengan rencana Amerika menurunkan suku bunga. Saya khawatir kalau terjadi reversal Treasury Bills akan menyebabkan tekanan ke pasar global," kata Alfiansyah.
Alfiansyah memperkirakan tekanan terhadap indeks harga saham gabungan bakal dalam. "Kecenderungannya negatif. Mungkina bakal turun hingga ke 2.063," kata dia. Pada pembukaan pasar tadi pagi, indeks melemah 15,74 poin atau sebesar 2.159,61.Agus Supriyanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|