|
Meski Kesulitan Modal, UKM Masih Tetap Tumbuh
Rabu, 29 Agustus 2007 | 21:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jumlah usaha kecil dan menengah (UKM) belakangan ini terus mengalami pertumbuhan, meski masih mengalami kendala permodalan. Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM, Muhammad Taufiq, mengatakan data pada 2005 lalu menunjukkan jumlah UKM tumbuh 2,5 persen.
Menurut pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya, Adi Sulisto, persoalan permodalan adalah masalah utama yang banyak dihadapi UKM yang umumnya para pengusaha muda. Karena itu HIPMI Jaya dan Kementerian Koperasi dan UKM akan bekerja sama mengelar pelatihan untuk UKM.
“Tujuan pelatihan itu agar UKM memahami cara membangun usaha yang layak dibayai perbankan (bankable),” kata Adi yang juga calon Ketua HIPMI Jaya di Jakarta hari ini. Sebab kalangan perbankan masih memadang usaha yang dijalankan UKM masih memiliki banyak resiko.
Director Country-Head Business Banking ABN-AMRO, Madi Lazuardi, berpendapat ada tiga syarat agar UKM menjadi bankable, yaitu dokumentasi usaha yang jelas, jejak rekam atau track record yang positif, dan cash flow yang positif.
Menurut President Director Recapital Investment Bank, Rosan Roesani, pengusaha UKM memang seringkali menghadapi kesulitan untuk membuat track record laporan keuangan yang lengkap hingga membuat rencana bisnis yang baik.
Purborini
INDEKS BERITA LAINNYA :
|