Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Target Produksi Minyak 2008 Sulit Tercapai
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 01:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Target produksi minyak nasional sebesar 1,035 juta barel per hari dipastikan akan sulit tercapai. Alasannya dalam delapan tahun terakhir tidak ada temuan sumur baru yang signifikan.

Menurut pengamat perminyakan Kurtubi, tambahan produksi sebesar 85 ribu barel pada 2008 dipastikan sulit dicapai. "Tambahan produksi itu sangat besar dan sulit untuk mencarinya," ujarnya kepada Tempo, Kamis (30/8).

Dia menjelaskan, saat ini produksi minyak nasional hanya 950 ribu barel per hari atau kurang dari target sebesar 1,0 juta barel. "Seharusnya ada komitmen dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) jika target tersebut tidak tercapai," katanya.

Kurtubi mengatakan, anjloknya produksi minyak nasional disebabkan tidak adanya penambahan produksi dan cadangan baru. Padahal, dengan lonjakan harga minyak dunia, kata dia, semua perusahaan minyak akan memburu ladang-ladang mianyak baru. Sebab, lapangan-lapangan yang semula tidak menguntungkan, dengan kenaikan harga menjadi sumber pendapatan untuk perusahaan minyak.

Sperti diketahui, sejak lima tahun lalu, produksi minyak nasional tidak pernah mengalami kenaikan. Pada 2002, produksi minyak 1,252 juta barel per hari. Namun jumlah tersebut tersebut terus melorot hingga 1,007 juta barel per hari pada akhir 2006.

Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin mengakui, target produksi minyak nasional sebesar 1,035 juta barel cukup berat. Namun, pihaknya akan berusaha memenuhi target tersebut. Saat ini, kata dia, BP Migas telah melakukan pembicaraan dengan kontraktor kontrak kerja sama. "Para kontraktor tersebut adalah Chevron, Pertamina dan Mobil Cepu," katanya kepada Tempo, Kamis (30/8).

Muin menjelaskan, untuk mencapai target produksi tersebut BP Migas harus melakukan terobosan dalam proses pengadaan sarana dan prasarana produksi. "Bisa saja dipercepat tapi harus dengan mengubah ketentuan yang berlaku pada saat ini," tuturnya. Ketentuan tersebut menyangkut proses pengadaan barang dan jasa terkait kegiatan produksi.

Dia memaparkan, produksi minyak 10 KKKS terbesar mencapai 828 ribu barel per hari. KKKS tersebut adalah PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) sebesar 376,3 ribu barel per hari, PT Pertamina EP (135,6 ribu barel per hari), ConocoPhillips SNSB (59,4 ribu barel per hari), Inpex 47,9 ribu barel per hari, dan China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) (47,9 ribu barel per hari).

ALI NUR YASIN


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106634 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

BLT Bojonegoro Dicairkan Besok
Pasangan Karsa Unggul di Jombang
Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki
Dada Janji Bangun Stadion Persib

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data