Indeks dan Rupiah Diperkirakan Stabil

Jum'at, 31 Agustus 2007 | 08:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta pada perdagangan hari ini diperkirakan stabil.

"Ada tren penguatan, tapi pelaku cenderung hati-hati," kata Analis Kresna Securities, Gifar Indrasakti di Jakarta, Jumat (31/8).

Sebab, kata dia, sentimen positif pendorong dari dalam negeri belum ada. Pasar dalam negeri pun masih labil terhadap pergerakan regional.

Yang paling berpengaruh, menurut Gifar, adalah potensi inflasi tinggi akkibat kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran. "Sudah mulai, minyak goreng, minyak tanah," ujarnya.

Dia memperkirakan, indeks hari ini di kisaran 2140-2161. Pada perdagangan Kamis (30/8), indeks naik 15,832 poin menjadi 2150,715 dengan nilai transaksi Rp 2,68 triliun. Gifar merekomendasikan akumulasi saham PT Astra Agro Lestari dan Perusahaan Gas Negara yang secara teknis berpotensi menguat.

Pergerakan rupiah, ia melanjutkan, juga akan stabil dalam kisaran terbatas. Bayang-bayang potensi inflasi tidak mendukung penguatan rupiah. Kurs rupiah hari Kamis (30/8) ditutup pada 9.415 per dolar Amerika Serikat, menguat 5 poin dari hari sebelumnya.

Analisa senada dikemukakan Edwin Sinaga dari PT Finan Corporindo Nusa Securities. "(Indeks dan rupiah) Anteng-anteng (stabil) saja, tidak ada yang mengkhawatirkan," katanya.

Ia memperkirakan, indeks hari ini di kisaran 2120-2152, sedangkan rupiah antara 9400-9450 per dolar Amerika.

Harun Mahbub

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: