Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bea Masuk Beras Naik Rp 100 per Kilogram
Jum'at, 31 Agustus 2007 | 21:26 WIB

TEMPO Interaktif, Tampak Siring, Bali:Selain menaikkan pungutan ekspor, pemerintah juga menaikkan bea masuk beras sebesar Rp 100, dari Rp 450 menjadi Rp 550 perkilogram.

"Ini adalah upaya kami agar jangan sampai harga beras di dalam negeri merosot terlalu jauh, tapi juga jangan melonjak. Intinya adalah stabilitas," kata Menteri Koordinator Perekonomian Boediono dalam konferensi pers di Istana Tampak Siring, Bali.

Kenaikan bea masuk beras ini akan berlaku untuk impor beras yang dilakukan Perusahaan Umum Bulog yang akan datang. Berdasarkan hitungan pemerintah, kata Boediono, kenaikan tarif impor beras ini cukup untuk menahan harga agar tidak anjlok terlalu jauh. "Tetapi juga tidak memberatkan importir, sehingga Bulog juga tidak rugi."

Jika rugi, lanjutnya, importir tidak mau mengimpor sehingga harga di dalam negeri akan meningkat. "Keseimbangan inilah yang telah kami pertimbangkan, sehingga ditetapkan Rp 550 per kilogram," kata Boediono.

Menurut Boediono, pemerintah juga akan mempertahankan pasokan beras dengan harga stabil seperti harga sekarang sampai puasa, hari raya, Natal, tahun baru, serta menjelang panen yang jatuh sekitar Februari 2008. Stabilisasi harga beras ini diutamakan untuk beras murah jenis IR 64 kualitas 3 dan juga untuk beras yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan, Bulog akan terus memantau perkembangan harga beras. Lembaga ini memiliki dua instrumen untuk menjaga stok cukup, yaitu pengadaan beras dalam negeri dan impor jika Bulog tidak merasa cukup untuk pengadaan dalam negeri. Jadi, impor beras masih mungkin untuk dilakukan.

"Targetnya untuk menstabilkan harga beras," kata Mari usai konferensi pers.

Fanny Fabiana


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106696 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data