Kenaikan Tarif Tol Dinilai Tidak Manusiawi

Sabtu, 01 September 2007 | 10:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Fraksi PDI Perjuangan menilai kenaikan jalan tol merupakan kebijakan yang tidak manusiawi. Pemerintah dinilai tidak peka terhadap  kondisi masyarakat yang serba sulit. Kenaikan tarif 13 ruas jalan tol merupakan kebijakan yang menyedihkan bagi masyarakat.

"Sangat tidak  tepat waktu. Sejak dari rencana awal kami sudah tidak setuju," kata  Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, Sabtu (1/9). Pemerintah dinilai tidak peka terhadap kondisi realitas kehidupan masyarakat yang masih serba sulit dan pas-pasan.

Dia  mengatakan pemerintah tidak bisa menggunakan ukuran bahwa pengguna jalan tol adalah orang kaya karena memiliki mobil adalah orang kaya. Kenaikan tarif tol dipastikan akan berimbas pada masyarakat kecil. "Kalau ukurannya kepemilikan mobil, bagaimana dengan angkutan umum yang merupakan angkutan rakyat kecil dan masuk tol juga," katanya.

Tjahjo mengatakan penjelasan pemerintah sama sekali tidak bisa dipahami  oleh fraksinya. Menurut dia, selama ini operator tol belum maksimal  memberikan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Hal itu terlihat dari munculnya berbagai persoalan di ruas jalan tol mulai soal pembatas, peralatan hingga keselamatan pengguna jalan tol. "Pemerintah seharusnya  memahami realitas kehidupan masarakat yang di semua lapisan semakin  berat," kata dia. imron rosyid






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: