Pemerintah Belum Putuskan Pembangunan PLTN
Sabtu, 01 September 2007 | 12:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jepara:Menteri Riset dan Teknologi Koesmajanto Kadiman mengatakan hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan apakah akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Semenanjung Muria, Jepara, untuk penambahan energi nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Koesmajanto di depan ribuan masyarakat Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, yang hari ini menggelar aksi tolak PLTN di depan DPRD Jepara.
"Saya tegaskan sampai saat ini pemerintah belum memutuskan apakah akan menggunakan PLTN atau tidak," tegasnya. Jawaban tersebut disampaikan guna menanggapi desakan massa tentang sikap pemerintah untuk menggagalkan rencana pembangunan PLTN Muria.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri mengakui saat ini sedang melakukan riset untuk pengadaan sumber energi nonmigas, seperti angin, gelombang, matahari, air, termasuk PLTN, guna memenuhi krisis energi.
Namun, massa kurang puas dengan jawaban tersebut karena pemerintah tidak tegas membatalkan rencana pembangunan PLTN. Massa juga menganggap krisis energi hanyalah satu upaya pembenaran. "Kalau memang negara krisis energi kenapa negara mengekspor minyak, batu bara, dan sumber energi lainnya ke luar negeri. Kenapa pula harus memaksakan PLTN yang secara riil bahayanya lebih besar daripada manfaatnya," kata Darul, salah satu perwakilan massa.
Dalam kesempatan tersebut massa juga mendesak pemerintah untuk membongkar menara dan instalasi lain milik BATAN yang berada di Desa Balong. Balong adalah desa calon didirikannya reaktor PLTN Muria.
Sohirin





