Indeks Menunggu Inflasi
Senin, 03 September 2007 | 09:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pengumuman inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini akan mempengaruhi pergerakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kalangan pasar modal berekspektasi, inflasi bulan Agustus 2007 lebih rendah dari Juli 2007.
"Apabila inflasi tinggi, nilai rupiah akan turun dan efek permanennya, Bank Indonesia tak akan turunkan suku bunga BI (BI rate)," ujar analis sekuritas, Laksono Widodo, saat dihubungi Tempo, Senin (3/9). Faktor inflasi ini sebagai bagian indikator ekonomi makro yang menjadi sumber penilaian dalam transaksi bursa.
Sebelumnya, pada perdagangan hari Jum'at (31/8), IHSG BEJ ditutup menguat 43,624 poin (2,028 persen) ke level 2.194,339. Penguatan indeks dipicu oleh kenaikan harga 157 saham dibanding 37 saham yang melemah sedangkan harga 46 saham lainnya stagnan.
Menurut Laksono, kemungkinan inflasi bulan Agustus lebih kecil dari Juli 2007. Inflasi bulan Juli 2007 tercatat sebesar 0,72 persen, dan inflasi tahunan sebesar 6,06 persen (year on year). "Masih dalam tahap wajar, sehingga tak signifikan terhadap pergerakan bursa," katanya. Kemungkinan inflasi tahunan Agustus, katanya, mencapai 6,24 persen.
Yuliawati





