Polisi Tetap Minta Visum Donald
Selasa, 04 September 2007 | 09:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian RI tetap akan meminta hasil visum et repertum Donald Peter Luther Kolopita, wasit yang menjadi korban penganiayaan polisi Malaysia. Visum tersebut akan digunakan untuk memberatkan pelaku penganiayaan.
"Saya merekomendasikan pada Senior Liason Officer Polri di Malaysia agar tetap dikirimkan hasil visumnya ditambah dengan medical record terakhir," kata Sekretaris National Central Bureau Brigadir Jenderal Iskandar Hasan.
Iskandar mengatakan, menurut Kepolisian Malaysia hasil visum sebenarnya tidak dibutuhkan lagi. Hasil pemeriksaan Donald di Malaysia dianggap sudah cukup untuk memproses berita acara perkara.
Namun Iskandar mengatakan hal itu belum cukup, karena kemungkinan pemeriksaan di Malaysia hanya pemeriksaan luar.
"Siapa tahu bukan hanya memar saja tapi ada akibat yang lebih fatal, makanya saya meminta agar dikirimkan hasil yang lebih komprehensif," kata dia.
Polisi akan meminta hasil visum dan medical record ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, tempat Donald dirawat. Hasil visum tersebut nantinya akan dibawa ke Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia untuk disahkan.
"Supaya sah secara hukum di sana," katanya. "Tapi penggunaannya seperti apa di sana, itu tergantung pihak polisi Malaysia," katanya.
Sebelumnya Polisi Diraja Malaysia meminta Kepolisian RI untuk mengirimkan hasil visum et repertum Donald. Hasil visum itu akan digunakan untuk memenuhi syarat pembuatan berita acara perkara penuntutan pelaku penganiayaan.
Permintaan tersebut disampaikan Senior Liason Officer Polri di Malaysia, Komisaris Besar Setyo Wasisto, lewat surat pada National Central Bureau Indonesia yang diterima hari ini. Surat tersebut dikirimkan atas permintaan Wakil Ketua Jabatan Siasatan Janayah Ibu Pejabat Polis Daerah Negeri 9 Superintenden Jazali. Namun belakangan, kata Iskandar, polisi Malaysia mengatakan hasil visum tak lagi dibutuhkan.
Donald menjadi korban penganiayaan empat polisi Malaysia berpakaian preman pada Jumat dua pekan lalu. Ia sempat dirawat di Rumash Sakit Pertamina sebelum akhirnya diperbolehkan pulang kemarin.
DESY PAKPAHAN





