close

Pemerintah Siapkan Solusi Siaran Liga Inggris

Rabu, 05 September 2007 | 02:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah telah menyiapkan beberapa alternatif solusi agar siaran Liga Inggris di Indonesia yang kini dimonopoli siaran televisi berbayar, Astro TV dapat dinikmati masyarakat luas. Pasalnya desakan masyarakat sangat kuat agar bisa kembali menonton siaran ini.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Departemen Komunikasi dan Informatika, Freddy Tulung, mengatakan pemerintah akan kembali membicarakan hak siar ekslusif Liga Inggris dengan PT Direct Vision, penyelenggara Astro TV.

Mudah-mudahan, kata Freddy, dalam waktu dekat ini pemerintah dapat menentukan alternatif solusi yang terbaik. “Seharusnya, hari ini kami bertemu Astro TV lagi, tapi mungkin baru satu atau dua hari ini kami bisa bertemu untuk membicarakan solusi yang tepat," ,” kata Freddy di Jakarta kemarin.

Namun, Freddy enggan membeberkan alternatif solusi tersebut. "Ada beberapa, tapi nantilah setelah bertemu dengan Astro-nya," ujarnya. Freddy mengakui desakan dari masyarakat cukup kuat untuk bisa menonton kembali tayangan liga Inggris tersebut.

Dian Yuliastuti

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [2] :

  • Hanya mencari keuntungan

    kenapa untuk melihat pertandingan liga inggris susah sekali harus bayar mahal tidak seperti di negaara tetangga kita bisa nonton sepuasnya coba untuk menkoinfo di cari jalan keluarnya kalau bisa semuanya nenonton secara gratis kan enak

  • Iiga inggris

    Kenapa liga inggris harus di monopoli salah satu TV swasta, menurut saya hal itu kurang baik untuk perkembangan sepak bola di Indonesia dan sedangkan menurut pandangan saya tidak banyak pelanggan TV swast atsb yg suka liga inggris

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan