DPR Usulkan Penambahan Subsidi Bunga KPR

Rabu, 05 September 2007 | 03:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat mengusulkan pemerintah meningkatkan subsidi bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) sederhana agar jumlah masyarakat yang mampu memiliki rumah meningkat. Tahun 2007 pemerintah mengeluarkan subsidi KPR sebesar Rp 300 miliar kepada PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Anggota Komisi Perbankan DPR Max Moein mengatakan peningkatan subsidi itu bisa menjadi alternatif pendanaan pembangunan rumah sederhana oleh BTN untuk memenuhi target pembangunan rumah sederhana tahun 2007 sebanyak 128 ribu unit rumah.

"Dari pada harus mencari dana dari pasar modal lebih baik menambah penyertaan modal negara atau melalui peningkatan subsidi KPR," kata Max seusai rapat kerja Komisi Perbankan di gedung DPR Jakarta, Selasa (4/9) petang.

Dia menjelaskan bahwa peningkatan subsidi itu sangat wajar mengingat fungsi KPR untuk rumah sederhana yang tengah dibangun BTN adalah untuk penyediaan perumahan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

"Ini bersifat sosial jadi pantaslah BTN mendapatkan dana tambahan," ujarnya.

Dalam kesimpulan rapat dengar pendapat yang dibacakan anggota Komisi Endin AJ Soefihara disebutkan bahwa BTN memerlukan alternatif pendanaan untuk pembiayaan kredit perumahan sederhana berupa penyertaan modal negara.
Pasalnya, penyediaan perumahan sederhana merupakan salah satu target pemerintah. Selama ini pemerintah memberikan subsidi KPR untuk rumah sederhana sebesar 3,5 persen dari bunga yang harus dibayar, yaitu 13,5 persen. Jadi, masyarakat hanya perlu membayar bunga KPR sebesar sepuluh persen.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Kodradi mengemukakan bahwa usul penambahan subsidi itu bagus untuk mencukupi pembangunan rumah sederhana seperti yang ditargetkan sebelumnya. Dia melanjutkan bahwa subsidi KPR yang diberikan ke BTN untuk tahun 2007 sebesar Rp 300 miliar, saat ini tinggal tersisa Rp 1,1 miliar.

Dana itu, kata dia, sudah digunakan untuk membiayai pembangunan rumah sederhana sebanyak 59.919 unit hingga Agustus 2007. Sementara itu, target pembangunan rumah sederhana oleh BTN sebanyak 110 ribu hingga akhir tahun.

"Kami akan menalangi dahulu kekurangan subsidinya," kata dia. BTN akan mendapat penggantia kekurangan subsidi pada 2008 melalui anggaran subsidi pemerintah yang meningkat dari Rp 300 miliar pada 2007 menjadi Rp 800 miliar pada 2008.

"Tapi, kalau pemerintah menambah subsidi bunga KPR, tentunya akan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa memiliki rumah, tapi kami sudah memahami kemampuan APBN sehingga kami akan talangi dulu kekurangannya," ujarnya.

Eko Nopiansyah






Komentar Anda

Kirim