BI Rate Diperkirakan Tetap 8,25 Persen
Rabu, 05 September 2007 | 04:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk. Ryan Kiryanto memperkirakan, Bank Indonesia tetap akan mempertahankan tingkat suku bunga patokan BI Rate pada level 8,25 persen.
Menurut dia, posisi inflasi Agustus 0,75 persen--yang terbilang tinggi di luar perkiraan kalangan ekonom dan analis--dan inflasi year on year (Agustus 2006-2007) sebesar 6,51 persen akan menjadi pertimbangan bank sentral untuk menahan lagi BI Rate tetap di posisi sekarang.
Pertimbangan lain, kata dia, adalah untuk menjaga rupiah agar tidak terkoreksi lebih dalam menyusul kasus subprime mortgage di Amerika Serikat.
Langkah ini, kata dia, tidak akan menimbulkan kepanikan di pasar uang dan saham. Sebab, selisih suku bunga rupiah dengan valuta asing masih tetap terjaga di rentang 300 poin. Apalagi, dia melanjutkan, jika Fed Rate atau suku bunga Amerika turun 25 basis poin pada pertemuan FOMC 18 September 2007 nanti.
"Spread-nya akan melebar menjadi 325 basis poin sehingga menguntungkan posisi rupiah," tuturnya dalam pesan singkat ke Tempo kemarin.
Menurut dia, masyarakat dunia usaha tidak perlu terkejut dan panik apabila BI memutuskan tetap menahan BI Rate di posisi sekarang yakni, 8,25 persen. Bahkan jika inflasi September juga tinggi (0,5-0,7 persen) karena faktor kenaikan harga barang-barang (sembako) BI tetap akan bisa tahan BI Rate di 8,25 persen pada Oktober nanti.
"Masih ada waktu tiga sampai empat bulan ke depan untuk mengarahkan BI Rate ke posisi 7,75 persen sampai 8,0 persen," ujar Ryan.
EKO NOPIANSYAH





