close

Tokoh Public Relations Dunia Berkumpul di Bali

Rabu, 05 September 2007 | 07:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 200 tokoh Public Relations dari 21 negara saat ini berkumpul di Bali untuk mengikuti konferensi regional Asia Pacific International Public Relations Association (IPRA). Konferensi yang bertemakan ?Building Brigde Through Dialogues? ini akan berlangsung 5-6 September.

Menurut National Chair IPRA Indonesia Teddy Kharsadi, tema itu dipilih karena globalisasi telah membuat hubungan antar bangsa terasa amat dekat. Selain membuka peluang untuk saling bekerjasama, globalisasi berpotensi menimbulkan konflik akibat kesalahan persepsi. ?Disini kita ingin melihat peran humas untuk mendorong kebersamaan dan menghindari masalah,? tegasnya, Rabu (5/9).

Tema itu kemudian dibahas dalam enam isu pokok. Yakni, Etika dalam Public Relations, Dialog dan Diplomasi, Komunikasi Lintas Budaya, Country Branding, Tanggungjawab Sosial Institusi dan Tantangan Global di Tengah Isu Lokal.

Digelarnya konferensi IPRA di Bali merupakan yang pertama kalinya di Indonesia sejak PR Indonesia menjadi anggota pada tahun 1985. ?Ini merupakan kesempatan untuk meyakinkan dunia bahwa Bali sangat aman untuk kunjungan wisatawan,? sebut Teddy. Sebab, IPRA merupakan organisasi yang sudah eksis sejak 50 tahun yang lalu dan para anggotanya dipercaya oleh kalangan internasional untuk memberikan saran mengenai kondisi suatu negara.

Sementara itu Presiden IPRA 2007 Philip Sheppard menyatakan, dalam konferensi akan dipaparkan mengenai kode etik PR yang baru yang disebut sebagai ?Code Of Brussel 2007?. Dia menyebut, dalam masa kepemimpinannya, masalah etik mendapat perhatian utama, khususnya dalam etika saat seorang PR berperan dalam lobi-lobi internasional.

Code of Brussel berisi 20 ketentuan etika yang harus dipegang seorang PR. Dua diantaranya yang sangat penting adalah integritas dan dialog. Prinsip Integritas mengharuskan seorang PR untuk menyampaikan informasi sesuai fakta yang ada, sedang prinsip dialog berarti keharusan untuk memberi kesempatan kepada pihak lain untuk mengungkapkan pikiran dan persepsinya terhadap suatu masalah. Rofiqi Hasan

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan