Bisnis Alih Daya Capai Rp 200 Miliar
Rabu, 05 September 2007 | 19:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Volume bisnis industri alih daya (outsourcing) nasional dapat melampaui Rp 200 miliar per tahun. Angka ini diperkirakan terus naik di masa mendatang seiring kenaikan permintaan sumberdaya manusia berkualitas, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Angka ini dari kutipan manajemen fee perusahaan yang menggunakan jasa alih daya," ujar Sekretaris Jenderal Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia Sapto Satrioyudo, Rabu (5/9) di Jakarta.
Manajement fee yang dikutip perusahaan outsourcing bervariasi antara 10-20 persen dari gaji pegawai per bulan dan dibayarkan oleh klien. "Biaya untuk operasional perusahaan outsourcing karena ini bukan pekerjaan cuma-cuma," kata Sapto.
Dijelaskannya, tren global saat ini yang lebih memilih menggunakan sumberdaya manusia dari outsourcing memberi potensi pertumbuhan industri nasional untuk berekspansi. Tiap tahun pertumbuhan industri ini mencapai 30 persen. "Tahun lalu uang yang berputar di industri ini secara global mencapai US$ 1 triliun," ujarnya. India, kata Sapto, masih menguasai 60-70 persen bisnis outsourcing. Sisanya berasal dari Filipina, Cina dan Malaysia.
RR ARIYANI





