|
Pasar Jasa Internet Kian Ramai
Kamis, 06 September 2007 | 02:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasar Internet kembali diramaikan pemain baru dengan kemunculan penyedia jasa Internet PT First Media Tbk. (dulu PT Broadband Multimedia Tbk.) dengan produk Fastnet.
Layanan Internet dari Grup Lippo ini menggunakan jaringan sistem kabel modem. Dengan cukup membayar Rp 99 ribu per bulan, konsumen akan mendapatkan koneksi dengan kapasitas bandwidth 384 kbps (kilobyte per second).
Layanan multimedia sejenis sebelumnya telah diselenggarakan, antara lain, oleh PT Indosat Mega Media melalui produk Indosat M2 (IM2), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. dengan produk TelkomNet Instant dan Speedy, serta PT Telkomsel lewat produk Flash.
Sekretaris Perusahaan Indosat Andri Asian mengakui kemunculan produk baru akan mempengaruhi pelanggan mereka. Namun, dia optimistis IM2 tetap bisa bersaing karena segmen yang dibidik berbeda.
"Saya yakin tetap ada pengaruh, tapi kami juga menyajikan fasilitas yang lebih kompetitif. Kami juga sedang menyiapkan lagi layanan jaringan kabel," ujar Andri kepada Tempo di Jakarta kemarin.
Andri menuturkan Indosat melayani pengguna Internet dengan beberapa item, yakni melalui hotspot, dial-up, 3G, dan kabel. Koneksi Internet bisa menggunakan handset GSM ataupun CDMA.
Menurut dia, sasaran pesaing baru lebih pada pelayanan melalui kabel ke rumah-rumah yang sudah ada jaringannya. Namun, kata dia, meski kebutuhan Internet terus meningkat, belum semua rumah tangga dan wilayah terlewati jaringan kabel.
Saat ini, kata Andri, IM2 justru lebih berfokus pada layanan retail yang membutuhkan mobilitas tinggi. Terlebih lagi pangsa pasar yang dibidik potensial. Dia mengaku, untuk layanan melalui 3G, dalam delapan bulan terakhir sudah terjaring 11 ribu pelanggan. Sedangkan untuk pelanggan Internet melalui jaringan kabel baru 10 ribu pelanggan.
Manajer Korporasi PT Telkomsel Suryo Hadiyanto secara terpisah menuturkan pada dasarnya kebutuhan Internet untuk komunikasi dan informasi saat ini sudah memasuki era mobilitas. "Kapan pun dan di mana pun harus bisa digunakan," ujar dia.
Penggunaan Internet itu, kata dia, harus memenuhi lima parameter kebutuhan pengguna, yakni luas cakupan layanan, jaringan yang berkualitas, inovasi produk, pelayanan pelanggan, dan tarif yang wajar.
Telkomsel menyediakan layanan Internet tanpa kabel (wireless) yang dapat diakses melalui personal computer, laptop, atau handset. Suryo optimistis produk baru Fastnet tidak akan banyak berpengaruh pada Flash milik Telkomsel. "Dari kecepatan dan mobilitasnya tidak sama dengan Flash," tuturnya.
Keyakinan serupa dilontarkan Vice President Public dan Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia. "Kompetisi kan sudah ada sejak awal, jadi kami telah siap," ujar Eddy saat dihubungi kemarin.
Eddy menyatakan tidak takut kehilangan pelanggan TelkomNet Instan dengan adanya layanan murah tersebut. Sebab, jangkauan TelkomNet Instan saat ini telah mencapai hampir seluruh kota di Indonesia. "Pelanggan akan memilih mana yang paling baik kualitasnya dengan harga terjangkau," tuturnya.
Menurut Eddy, saat ini Grup Telkom masih menguasai pasar layanan Internet dan transaksi data di Indonesia. "Sebesar 70-90 persen pasar kami kuasai," katanya.
l Dian Yuliastuti | Dwi Ramadhani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|